VOLKANISME DAN SEBARAN BAHAN NON HAYATI DI PEGUNUNGAN SELATAN YOGYAKARTA

  • Hill. Gendoet Hartono
  • Setyo Pambudi
  • Muh. Arifai
  • Ari Yusliandi T
  • Sigit Agung P

Abstract

Pegunungan Selatan Yogyakarta terletak melampar memanjang berarah barat – timur di bagian selatan Pulau Jawa bagian tengah. Pegunungan Selatan, selain  disusun  batuan  sedimen  karbonat dan  silisiklastika, disusun  melimpah  lava koheren dan piroklastika. Kelimpahan batuan gunung api ini mendukung keterdapatannya bahan – bahan non hayati berupa logam dan non logam.


Tujuan makalah ini adalah mengetahui peran volkanisme terhadap lokasi/ sebaran bahan non hayati di Pegunungan Selatan Yogyakarta. Metode pendekatan yang dilakukan adalah melakukan pemetaan geologi permukaan dan analisis laboratorium batuan. Bentang alam Pegunungan Selatan yang disusun oleh batuan gunung api umumnya berelief kasar bergelombang dengan ketinggian antara + 100 m dpl hingga mencapai di atas + 600 m dpl diwakili tinggian G. Baturagung (+ 686 m dpl) di bagian barat dan G. Gajahmungkur (+ 665 m dpl) di bagian timur. Litologi asal gunung api yang menyusun Pegunungan Selatan Yogyakarta berkomposisi basal – riolit menunjuk pada keberadaan pusat erupsi gunung api purba Parangtritis, Imogiri, Pilang, Karangdowo, Patuk, Bayat, Tenong, Panggung, dan Wediombo.

Formasi batuan yang terkait dengan alterasi – mineralisasi adalah Formasi Mandalika, dan Formasi Wuni. Lokasi terjadinya pengkayaan bahan non hayati yang sementara dapat dikaji meliputi daerah Wonogiri dan Wediombo. Hasil analisis laboratorium di dua lokasi tersebut menunjukkan kandungan logam dan non logam bernilai ekonomi. Keberadaan mineral volkanigenik ini menunjukkan adanya peran volkanisme terhadap sebaran pengkayaannya.

Published
2015-10-12
How to Cite
Hartono, H. G., Pambudi, S., Arifai, M., T, A. Y. and P, S. A. (2015) “VOLKANISME DAN SEBARAN BAHAN NON HAYATI DI PEGUNUNGAN SELATAN YOGYAKARTA”, ReTII, 00. Available at: //journal.itny.ac.id/index.php/ReTII/article/view/155 (Accessed: 25June2024).