Geokimia Fragmen Breksi Andesit Peniron Pada Daerah Cendana Kabupaten Banjarnegara Jawa Tengah

  • Nava Nelandri Tamaela INSTITUT TEKNOLOGI NASIONAL YOGYAKARTA
  • Theophilia Listyani Retno Astuti
  • oky sugarbo

Abstract

Daerah penelitian berada pada Desa Cendana, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah yang merupakan bagian dari Jalur Sunda dengan kondisi fisiografi Serayu Selatan. Dengan aktivitas vulkanisme dan juga sedimentasi yang cukup intens. Pada daerah penelitian terdapat beberapa breksi dengan ciri fisik batuan yang membedakan tiap satuannya baik dari fragmen maupun matriksnya. Atas dasar tersebut diperlukan adanya kajian terkait petrogenesa fragmen andesit pada breksi Satuan Breksi Andesit Peniron untuk mengetahui proses terbentuknya fragmen breksi. Dimana pada penelitian ini peneliti menggunakan analisis geokimia berupa XRF (X-ray fluorescence) untuk mengetahui nama batuan, komposisi magma, afinitas magma, diferensiasi magma, temperature pembekuan dan kedalaman asal magma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fragmen breksi andesit dari Satuan Breksi Andesit peniron ini memiliki komposisi magma basalt andesitic yang telah mengalami diferensiasi magma tahap akhir yang mengubah komposisi magma menjadi intermediet yang terbentuk pada mekanisme konvergen (orogenic) pada kedalaman ± 175,28 Km dan suhu ± 1020 oC.

References

[1]W.H. Condon, dkk. 1996. Peta Geologi Lembar Banjarnegara-Pekalongan, skala 1: 100.000. Puslitbang Geologi, Bandung.
[2] Streckeisen, A. L., Zanettin, B. A., Le Bas, M. J., Bonin, B., Bateman, P., Bellieni, G., & Woolley, A. R. 2002. Igneous rocks; a classification and glossary of terms; recommendations of the International Union of Geological Science Subcommission on the Systematics of Igneous Rocks. Cambridge University Press, Cambridge, 236.
[3] Soeria-Atmadja, R.,Maury, R.C., Bellon, H., Pringgoprawiro, H., Polve, M. dan Priadi,B., 1994. The Tertiary Magmatic Belts in Java. Journal of SE- Asian Earth Sci., vol.9, no.1/2, hal.13-27.
[4] Van Bemmelen, R.W., 1949, The Geology of Indonesia, General Geology of Indonesia and Adjacent Archipelagoes, Martinus Nijhoddm The Haque, Vol. IA 732 p.W.H. Condon, dkk. 1996. Peta Geologi Lembar Banjarnegara-Pekalongan, skala 1: 100.000. Puslitbang Geologi, Bandung.
[5] Streckeisen, A. L., Zanettin, B. A., Le Bas, M. J., Bonin, B., Bateman, P., Bellieni, G., & Woolley, A. R. 2002. Igneous rocks; a classification and glossary of terms; recommendations of the International Union of Geological Science Subcommission on the Systematics of Igneous Rocks. Cambridge University Press, Cambridge, 236.
[6] Soeria-Atmadja, R.,Maury, R.C., Bellon, H., Pringgoprawiro, H., Polve, M. dan Priadi,B., 1994. The Tertiary Magmatic Belts in Java. Journal of SE- Asian Earth Sci., vol.9, no.1/2, hal.13-27.
[7] Van Bemmelen, R.W., 1949, The Geology of Indonesia, General Geology of Indonesia and Adjacent Archipelagoes, Martinus Nijhoddm The Haque, Vol. IA 732 p.
Published
2023-11-11
How to Cite
Nava Nelandri Tamaela, Theophilia Listyani Retno Astuti and oky sugarbo (2023) “Geokimia Fragmen Breksi Andesit Peniron Pada Daerah Cendana Kabupaten Banjarnegara Jawa Tengah”, ReTII, 18(1), p. 469~477. Available at: //journal.itny.ac.id/index.php/ReTII/article/view/4532 (Accessed: 13June2024).