Rancang Bangun Sistem Pengolahan Limbah Urin untuk Penyiraman Urinoir Uji Regresi Hasil Pengukuran Volume Air Penyiram pada Urinoir Penentu Input Error

  • Dwi Cahyadi Mahasiswa Teknik Elektronika Industri, Politeknik Negeri Jakarta
  • B. S. Rahayu Purwanti Teknik Elektronika Industri, Politeknik Negeri Jakarta
  • Nana Sutarna Dosen Teknik Elektronika Industri, Politeknik Negeri Jakarta

Abstract

Penelitian ini mempelajari penggunaan motor AC satu hase pada sistem penyiraman pada urinoir. Masalah ketersedian air bersih sering muncul dan perlu diupayakan penggunaannya agar lebih hemat. Pemakaian berlebihan (boros) dan tidak digunakan secara tepat merupakan salah satu faktor langkanya air bersih. Ketidakseimbangan pemakaian air bersih, perlu dicarikan solusinya. Salah satu solusinya dengan memanajemen penggunaan air bersih, misalnya pengolahan limbah urin pada urinoir. Energi listrik yang dikonsumsi (penggerak motor 1 phase) mempengaruhi debit air yang terpompa. Penghematan listrik pada motor untuk sirkulasi air dari penyiraman ke urinoir, ke penampung limbah dan kembali ke penyiram. Penyiraman urinoir tidak memerlukan air bersih lagi, cukup air sirkulasi pengolahan limbah urin. Buka-tutupnya valve penyiram Volume air penyiram dapat diatur sesuai dengan banyak/sedikitnya urin yang tertampung sementara pada penampung limbah urin. Sistem otomasi penyiraman memerlukan kontroler “smooth” agar pemakaian air dan penggunaan energy pada motor lebih hemat. Penelitian ini untuk menentukan nilai error sistem penyiraman dengan pendeteksi levet air sensor ultrasonik dan pengatur motor mikrokontroler ATMega 16. Pengolahan limbah urin pada urinoir dengan proses daur ulang limbah menjadi solusi manajemen penggunaan air bersih. Alat penyiram urinoir dibangun dengan mengobservasi penggunaan air penyiram dan daur ulang limbah urin (plus air penyiram). Penggunaan air bersih dapat lebih hemat dengan pengolahan limbah dari urine dan penyiram urinoir. Tujuan penelitian adalah menghitung nilai error volume air penyiram. Nilai error volume air diperoleh dari perbandingan perhitungan data pengukuran dengan formula regresi linier. Error keduanya sebesar 12 % identic dengan menghemat air 91 % dari tarif PAM/penyiraman urinoir.

References

Ambarita, Himsar, 2011, Kajian Eksperimental Performansi Pompa dengan Kapasitas 1,25 m3/menit Head 12 m jika Dioperasikan sebagai Turbin, Jurnal DinamisII: 8, p.1-8.

Alexander Tino, Ambrosius, 2012, Pengaruh Modifikasi Belitan Stator Motor Induksi 1 Fasa Rotor Sangkar Menjadi Motor Induksi 3 Fasa Terhadap Perubahan Daya Keluaran, Jurnal ELTEK10: 2, p.33-46.

Hamdan, Isa dan Slamet Winardi, 2012. Rancang Bangun Kontrol Peralatan Listrik Otomatis Berbasis AT89S51, Jurnal Monitor, 1: 1, p.11-19.

Mediaty Arief, Ulfah. 2011. Pengujian Sensor Ultrasonik PING untuk Pengukuran Level Ketinggian dan Volume Air, Jurnal Ilmiah Elektrikal Enjiniring UNHAS, 09: 02, p. 72-77.

British Proteleum, Statical Review of Worl Energy, [Online], Diakses [28 Mei 2014] dari http://bp.com

Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan, dan Konversi Energi, [Online], diakses[30 Mei 2014] darihttp://p3tkebt.esdm.go.id

Renewable Energy Policy Network for the 21st Century,[Online], Diakses [2 Juni 2014] dari http://rent21.net

Published
2015-10-30
How to Cite
Cahyadi, D., Rahayu Purwanti, B. S. and Sutarna, N. (2015) “Rancang Bangun Sistem Pengolahan Limbah Urin untuk Penyiraman Urinoir Uji Regresi Hasil Pengukuran Volume Air Penyiram pada Urinoir Penentu Input Error”, ReTII, 00. Available at: //journal.itny.ac.id/index.php/ReTII/article/view/54 (Accessed: 16June2024).