Penanganan Air Asam Tambang Pada Skala Laboratorium Dengan Menggunakan Kapur Tohor Berdasarkan Parameter Ketebalan NAF

  • Bantar Tyas Sukmawati Rukmana Mahasiswa Magister Teknik Pertambangan UPN "Veteran" Yogyakarta

Abstract

Pada kegiatan pertambangan batubara baik tambang terbuka maupun tambang bawah tanah akan menghasilkan air buangan yang bersifat asam yang disebut air asam tambang. Air asam tambang terbentuk sebagai hasil oksidasi mineral sulfida tertentu yang terkandung dalam batuan oleh oksigen di udara pada lingkungan berair. Air asam tambang dapat menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan yaitu menurunnya kualitas air tanah, air permukaan dan masyarakat yang sekitar tinggal di daerah aliran sungai. Oleh karena itu, perlu upaya penanganan dan pengendalian air asam tambang, salah satunya adalah percobaan simulasi penanganan air asam tambang pada skala laboratorium untuk mengetahui pengaruh ketebalan NAF terhadap air lindian yang dihasilkan dan dosis kapur tohor yang diperlukan untuk menetralkannya. Pengumpulan data berasal dari data pH yang dihasilkan oleh setiap simulasi yang dilakukan kemudian akan dianalisis dengan menggunakan statistika untuk mendapatkan hubungan antara keduanya. Hasil simulasi menunjukkan bahwa dengan melapisi material PAF dengan material NAF akan menghambat pembentukan air asam tambang dimana pH air lindian yang dihasilkan cenderung naik dibandingkan perlakuan yang tidak menggunakan material NAF. Sedangkan untuk simulasi penetralan air asam tambang didapatkan dosis kapur tohor yang efektif untuk masing-masing perlakuan.

Kata Kunci: AAT, Kapur tohor, Material PAF, Material NAF

References

Anonim. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 113 Tahun 2003 tentang Baku Mutu Air Limbah Bagi Usaha dan atau Kegiatan Pertambangan Batubara.

Anonim. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 115 Tahun 2003 tentang Pedoman Penentuan Status Mutu Air.

Arief, Achmad Taufik, dkk. 2012. Perhitungan Dosis Pengapuran Air Asam Tambang (Acid Mine Drainage) di Kolam Pengendapan Lumpur Air Laya Putih PT. Bukit Asam (Persero) Tbk Tanjung Enim, Sumatera Selatan. Seminar Air Asam Tambang di Indonesia Ke-4. Bandung.

Effendi, Hefni. 2003. Telaah Kualitas Air bagi Pengelolaan Sumber Daya dan Lingkungan Perairan. Kanisius. Yogyakarta.

Gautama, Rudy Sayoga. 2012. Pengelolaan Air Asam Tambang. Institut Teknologi Bandung Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan. Bandung.

Gunawan, Firman, dkk. 2014. Penelitian dan Pengembangan Sistem Pengelolaan Air Asam Tambang di Lati Mine Operation. Seminar Air Asam Tambang Ke-5 dan Pascatambang di Indonesia. Bandung.

Hakim, Abdul, dkk. 2009. Penelitian Penanggulangan Air Asam Tambang pada Tambang Batubara Terbuka di Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan. Puslitbang Teknologi Mineral dan Batubara. Bandung.

Marganingrum dan Noviardi. 2010. Pencemaran Air dan Tanah di Kawasan Pertambangan Batubara di PT.Berau Coal. Riset Geologi dan Pertambangan Vol. 20, No. 1 hal 11-20.

Nugraha, Candra dan Ginting J Kusuma. 2012. Pengaruh Pelapukan Batuan terhadap Pembentukan Air Asam Tambang. Seminar Air Asam Tambang di Indonesia ke-4. Bandung.

Zulkarnain, Andi dan Mauli Dedi Abdiyanto. 2012. Pemodelan Geokimia Batuan Penutup Area Binungan Blok 9 PT. Berau Coal. Seminar Air Asam Tambang di Indonesia Ke-4. Bandung.

Published
2018-03-20
How to Cite
Sukmawati Rukmana, B. T. (2018) “Penanganan Air Asam Tambang Pada Skala Laboratorium Dengan Menggunakan Kapur Tohor Berdasarkan Parameter Ketebalan NAF”, ReTII. Available at: //journal.itny.ac.id/index.php/ReTII/article/view/677 (Accessed: 22June2024).