Studi Fasies Formasi Jonggrangan di Lintasan Jatimulyo, Girimulyo, Kulonprogo

  • Dimas Nurfiyanto STTNAS Yogyakarta

Abstract

Formasi Jonggrangan merupakan salah satu formasi yang menarik untuk diteliti. Terbentuk di atas batuan vulkanik pada periode Oligosen-Miosen dari beberapa gunung api tua di Kulonprogo yang disebut sebagai gunung api andesit tua. Secara umum formasi ini terdiri atas batugamping klastika yang berubah menjadi batugamping terumbu ke arah atas. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui fasies dan lingkungan pengendapan dari Formasi Jonggrangan. Tujuan akhirnya adalah dapat menentukan fasies dan perubahan lingkungan pengendapan yang menyusun suksesi vertikal batuan penyusun Formasi Jonggrangan sepanjang lintasan Desa Jatimulyo. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka, observasi lapangan, pengumpulan data lapangan dengan membuat kolom stratigrafi terukur dan analisis laboratorium. Hasil yang didapatkan secara umum, Formasi Jonggrangan terbentuk dalam fase susut laut (regresi) pada lingkungan zona tidal hingga ke laut terbuka yang dekat dengan bentukan terumbu utama.

Kata Kunci: batugamping, fasies, Formasi Jonggrangan.

References

Dunham, R. J., 1962, Classification of Carbonate Rocks According to Depositional Texture. In.”Classification of Carbonate Rocks” (W. E. Ham, ed.). Mem. No.1, h. 108 – 121. Am. Assoc. Pet. Geol., Tulsa, Oklahoma.

Embry, A.F. and Klovan, J.E., 1971. A Late Devonian reef tract on North-Eastern Banks Island, North West Territory. Bull. Can. Petrol. Geol. 19: 730-781.

Flugel, E., 1982, “Microfacies of Carbonate Rock”, Springer, inc, New York, 575-583

Folk, R. L., 1962, Spectral subdivision of limestone types, in W. E. Ham, ed., Classifi cation of Carbonate Rocks: Tulsa, OK, American Association of Petroleum Geologists Memoir 1, p. 62-84.

Pringgoprawiro H. (1969), On the age of the Sentolo Formation based on planctonic foraminifera, Bandung Inst.Technology, Dept.Geol.Contr., No. 64, 5-21.

Pringgoprawiro, H., & Riyanto, B. (1987). Formasi Andesit Tua Suatu Revisi. PIT IAGI XVI. Bandung.

Rahardjo,W., Rumidi S. dan Rosidi H.M.D. (1977), Geological map of the Yogyakarta Quadrangle, Java, skala 1 : 100.000, Geological Survey of Indonesia, 1-15.

Schole, P. A., Schole-Umer, D.S., 2003, “A Color Guide to the Petrography of Carbonate Rock: Grains, Texture, Porosity, and Diagenesis”, AAPG Memoir 77, Tulsa, 303-308.

Van Bemmelen, R.W. van, 1949. The geology of Indonesia, v. IA. Martinus Nijhoff, The Hague, 792 p.

Wilson, J.L. 1975. Carbonate facies in geologic history. Springer-Verlag, New York, Heidelberg, Berlin, 471 p.

Walker, R. G., James, N. P., & Geological Assosiation of Cannada. (1992). Facies Models: Response to sea level change. St. Johns, Nfld:Geological Association of canada.

Published
2018-03-21
How to Cite
Nurfiyanto, D. (2018) “Studi Fasies Formasi Jonggrangan di Lintasan Jatimulyo, Girimulyo, Kulonprogo”, ReTII. Available at: //journal.itny.ac.id/index.php/ReTII/article/view/711 (Accessed: 22June2024).