PENGARUH HEAT INPUT TERHADAP KETANGGUHAN IMPAK DAN KEKUATAN LENGKUNG (BENDING) SAMBUNGAN BUTT-JOINT LAS TIG PADA BAJA KARBON RENDAH

  • Lukman Teknik Mesin
  • Wartono
  • Djoko Suprijanto

Abstract

Abstrak

               Dari hasil pengujian struktur mikro weld metal pada setiap spesimen las struktur acicular ferit terdapat pada heat input yang paling besar nilainya yaitu heat input dengan nilai 505,97 J/mm, sehingga nilai ketangguhan serta kekuatan impaknya menjadi lebih baik bila dibandingkan dengan spesimen dengan heat input 475,79 J/mm dan heat input 435,55 J/mm yang strukturnya di dominasi widsmanssten ferit, dari hasil perhitungan Nilai ketangguhan dan kekuatan impak tertinggi yaitu spesimen dengan nilai heat input 505,97 J/mm yaitu sebesar 130,136 Joule dan kekuatan impak 3.615 J/mm, nilai heat input 435,55 J/mm adalah 120,984 Joule dan kekuatan impak 3.360 J/mm, nilai heat input 475,79 J/mm adalah 101,971 Joule dan kekuatan impak 2.832 J/mm dan RAW material adalah 39,513 Joule dan kekuatan impak 1.097 J/mm, menunjukkan bahwa spesimen dengan nilai heat input 505,97 J/mm  memiliki ketahanan impak paling tinggi sedangkan spesimen RAW material, menjadi yang paling lemah kekuatan ketahanan impaknya. Sedangkan pengujian three point bending dengan spesimen pengelasan dengan nilai heat input 475,79 J/mm memiliki kekuatan bending terbesar yaitu 1,551 MPa. Hal ini mengindikasikan bahwa pada spesimen dengan nilai heat input 475,79 J/mm memiliki kekuatan bending yang lebih baik dibandingkan spesimen yang melakukan pengelasan dengan nilai heat input 435,55 J/mm, dan 505,97 J/mm, dan Raw Material. Spesimen yang memiliki nilai uji bending yang paling rendah bila dirata-ratakan adalah spesimen raw material yaitu sebesar 1,423 MPa.   

Published
2020-09-01
Section
Articles