https://journal.itny.ac.id/index.php/cendekia/issue/feedCENDEKIA MEKANIKA2025-12-03T00:00:00+07:00Sutrisna, S.T., M.T., Ph.D.[email protected]Open Journal Systems<p>JURNAL TEKNIK MESIN</p>https://journal.itny.ac.id/index.php/cendekia/article/view/5252Studi Eksperimen Pengaruh Penggunaan Bahan Bakar Pertalite, Pertalite E5, Pertalite E10, Pertamax, Dan Pertamax Turbo Terhadap Kinerja Mesin Dan Emisi Gas Buang Honda C702024-08-04T15:26:47+07:00Richardus Charlos Basilio Molo[email protected]Dandung Rudy Hartana[email protected]Daru Sugati[email protected]<p>Penelitian tentang Pengaruh Penggunaan Bahan Bakar Pertalite, Pertalite E5, Pertalite E10, Pertamax, dan Pertamax Turbo Terhadap Kinerja Mesin dan Emisi Gas Buang Honda C70 pada sistem pembakaran motor bakar dilakukan untuk melihat perbedaan dalam performa mesin, termasuk daya, torsi, dan emisi gas buang. Hasil pengujian menunjukan bahwa Pertalite, Pertalite E10, dan Pertamax memiliki daya dan torsi yang sedikit lebih tinggi dibandingkan Pertalite E5 dan Pertamax Turbo, Emisi Gas Buang yang dihasilkan oleh pertamax dan Pertamax Turbo lebih bagus dibandingkan Pertalite, Pertalite E5 dan Pertalite E10. Pada campuran Pertalite dengan Etonol 5% tidak memberikan pengaruh signifikan pada kendaraan tersebut. Hasil pengujian ini menunjukan daya tertinggi yang dihasilkan adalah 7.1 HP yang dicapai oleh Pertalite, Pertalite E10, dan Pertamax pada putaran 6426 RPM, sedangkan torsi tertinggi yang dihasilkan adalah 7.85 N.m yang dicapai oleh Pertalite, Pertalite E10 dan Pertamax pada putaran 6350 RPM.</p> <p><strong> </strong></p> <p> </p>2025-12-03T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Richardus Charlos Basilio Molo, Dandung Rudy Hartana, Daru Sugatihttps://journal.itny.ac.id/index.php/cendekia/article/view/6063 Analisis Kerusakan Sistem Hidrolik Pada Excavator dengan Menggunakan Metode FMEA2025-08-03T18:46:40+07:00AWAL IBNU SIROJ AL MUHDOR[email protected]<p><em>The hydraulic system is a vital component of an excavator, responsible for moving key components such as the boom, arm, and bucket. Damage to the hydraulic system can reduce work efficiency and accelerate wear and tear on other components. This study aims to analyze damage to the excavator's hydraulic system using the Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) method. The components studied included the hydraulic tank, filter, hydraulic hose, hydraulic pump, main control valve, and hydraulic cylinder. Each component was analyzed based on its severity, occurrence, and detection capability, and then a Risk Priority Number (RPN) was calculated.</em></p> <p><em>The results showed that the damage with the highest RPN value before mitigation was the hydraulic hose (RPN = 192), followed by the hydraulic tank (RPN = 168), and the hydraulic cylinder (RPN = 148). The main causes of damage included corrosion, improper hose installation, oil contamination, and internal component wear due to inadequate lubrication. After mitigation measures such as sensor installation, preventive maintenance adjustments, and improved installation design, the RPN value decreased significantly. The FMEA method has proven effective in identifying and prioritizing failure risks, so it can be used as a reference in excavator hydraulic system maintenance programs.</em></p>2025-12-03T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 AWAL IBNU SIROJ AL MUHDORhttps://journal.itny.ac.id/index.php/cendekia/article/view/5998PERENCANAAN SISTEM TROLLEY DAN BRIDGE PADA OVERHEAD TRAVELLING CRANE BEBAN ANGKAT 10 TON2025-07-31T12:29:57+07:00Petrus G Feto Antonia Wea[email protected]WARTONO[email protected]<p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Tujuan dari perancangan ini ialah untuk merencanakan mekanisme <em>trolley </em>dan<em> bridge </em>unit di sektor industri dengan kapasitas 10 ton. Tujuan lain dari perancangan ini juga mau memberikan proses pengerjaan produk <em>trolley </em>dan <em>travelling </em>dengan perhitungan dan gambar. Komponen–komponen utama yang dibahas pada perencanaan <em>Overhead travelling Crane </em>ini adalah komponen mekanisme <em>Trolley </em>dan <em>Travelling </em>yang meliputi motor penggerak, transmisi roda gigi, kopling, rem, bantalan poros, roda jalan, dan poros. Perancangan ini menghasilkan sejumlah tahap perhitungan komponen- komponen pada sistem <em>trolley </em>dan <em>travelling</em> dan produk berupa gambar 2D dan 3D.</p> <p><strong>Kata kunci</strong> : Mekanisme <em>trolley</em>, <em>travelling, overhead travelling crane</em>, 10 ton</p> <p> </p>2025-12-03T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Petrus G Feto Antonia Wea, WARTONOhttps://journal.itny.ac.id/index.php/cendekia/article/view/5331Perpipaan Air Baku Dari Intake Karangtalun Ke Instalasi Penjernihan Di Mandungan, Margoluwih, Seyegan Sleman2024-08-04T15:32:23+07:00Marinus Adrianus Kehi[email protected]<p class="TTPSectionHeading" style="margin: 0cm;"><span lang="EN-US" style="color: black; font-weight: normal;">Air baku merupakan </span><span lang="EN-US" style="font-weight: normal;">air yang menjadi bahan baku utama air olahan untuk kegunaan tertentu<span style="color: black;">. </span><span style="color: #222222; background: white;">Air baku ini tidak semerta merta dapat langsung digunakan untuk memenuhi kebutuhan air bersih dalam kehidupan sehari hari. Namun akan mengalami proses pengolahan terlebih dahulu untuk menjaga kualitas dari air tersebut.Oleh karena itu perlu adanya instalasi pengolahan air (IPA) yang t</span>ujuannya adalah menghilangkan pencemar (polutan) yang ada didalam air atau mengurangi kadarnya agar air dapat menjadi layak untuk digunakan untuk masyarakat pada akhir dari proses penjernihan.Di D.I.Yogyakarta sendiri salah satunya berada di Kec.Seyegan,Kab.Sleman yakni IPA SPAM Regional Kartamantul.Metode dalam perancangan sistem perpipaan air baku ini mengunakan dua metode untuk mengalirkan air dari intake Karangtalun menuju Instalasi Penjernihan Air di Seyegan.Metode pertama mengunakan metode pompa dengan total panjajng pipa 2100 m dengan perbedaan elevasi 20 m ,metode kedua mengunakan metode alir dengan gravitasi dengan Panjang total pipa 9450 m dengan perbedaan elevasi sebesar 31 m.dari hasil perancangan didapat spesifikasi pipa yang digunakan adalah pipa ASTM A53 NPS 24 inch schedule 40.</span></p>2025-12-03T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Marinus Adrianus Kehihttps://journal.itny.ac.id/index.php/cendekia/article/view/5856Studi Dinamika Longitudinal Mobil Honda City Hatchback RS Transmisi Manual2025-07-25T12:56:35+07:00Alvin Teguh Prasetia[email protected]Yosua Heru Irawan[email protected]Dandung Rudy Hartana[email protected]<p><em>This study aims to recalculate engine power and torque, determine stable gear ratios, and analyze wheel torque, engine speed, tractive force, and climbing ability of a Honda City Hatchback RS with a manual transmission. The results show that the maximum power of 119 hp at 6,600 rpm aligns with manufacturer specifications, while the maximum torque of 160.93 Nm at 3,400 rpm exceeds the specified value. The stable gear ratios obtained range from 3.461 to 0.726 for first to sixth gear. The results demonstrate that the stable gear ratio provides a more even distribution of torque and vehicle speed compared to the original gear ratio. The analysis indicates that wheel torque decreases as higher gears are engaged, while vehicle speed increases. The tractive force in first gear is calculated at 6,642.68 N, and the vehicle is capable of traversing an incline of up to 27.9°.</em></p>2025-12-03T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Alvin Teguh Prasetia, Yosua Heru Irawan, Dandung Rudy Hartana