ANALISIS KINERJA SIMPANG BERSINYAL MENGGUNAKAN METODE PKJI 2014 (Studi Kasus : Simpang Jlagran Lor, Kotamadya Yogyakarta)

  • Rofinus Nama Pehan ITNY
  • ircham ITNY
  • veronica diana anisanggorowati ITNY

Abstract

Simpang Jlagran Lor merupakan Salah satu simpang bersinyal di Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Simpang ini merupakan simpang yang memiliki 4 (empat) kaki simpang, yang merupakan pertemuan antara ruas jalan, yaitu ruas Jalan Tentara Rakyat Mataram, Jalan Letjen Suprapto, Jalan Pembelah Tanah Air, dan Jalan Jlagran Lor yang berdekatan dengan Stasiun Kereta Api Tugu, Malioboro, pertokoan, dan rumah makan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pelayanan yang diberikan oleh simpang bersinyal Jlagran Lor Yogyakarta pada masa sekarang dalam melayani  arus lalu lintas kendaraan.

Perencanaan menggunakan acuan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI ) 2014. Data lalu lintas diperoleh dari pencacahan jumlah kendaraan di lapangan yang dilakuka selama tiga (3) hari (02 maret, 07 maret, 08 maret 2020) pada jam-jam sibuk dan disajikan dalam bentuk tabel data kendaraan dan kemudian perilaku lalu lintas simpang dapat dianalisis.

Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa simpang bersinyal Jlagran Lor Yogyakarta pada jam 16.00 – 17.00 wib untuk pendekat utara memiliki nilai kapasitas sebesar 1088 skr/jam dengan derajat kejenuhan (DJ) 0.6, untuk pendekat selatan memiliki nilai kapasitas 928 skr/jam dengan derajat kejenuhan 1.6, untuk pendekat  barat memiliki nilai kapasitas 781 skr/jam dengan derajat kejenuhan 1.8, dan untuk pendekat timur memiliki nilai kapasitas 981 skr/jam dengan derajat kejenuhan 1.2. Nilai ini telah melewati nilai derajat kejenuhan yang disarankan oleh PKJI 2014 untuk simpang  bersinyal yaitu harus lebih kecil dari 0,75. Rekayasa geometri yang telah dilakukan sebagai alternatif dapat mengurangi derajat kejenuhan yang diinginkan yaitu sesuai dengan yang disarankan oleh PKJI 2014.

 

Kata Kunci :  Simpang bersinyal, volume lalu lintas, panjang antrian, kapasitas, dan derajat kejenuhan.

Published
2021-02-09