MATRA
https://journal.itny.ac.id/index.php/matra
<p>Jurnal Mahasiswa Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota</p> <p>MATRA merupakan jurnal ilmiah dalam bidang perencanaan wilayah dan kota yang dikelola oleh Institut Teknologi Nasional Yogyakarta.</p>Institut Teknologi Nasional Yogyakartaen-USMATRA2622-187X<p>This journal provides immediate open access to its content on the principle that making research freely available to the public supports a greater global exchange of knowledge.</p><p>All articles published Open Access will be immediately and permanently free for everyone to read and download. We are continuously working with our author communities to select the best choice of license options, currently being defined for this journal as follows:<br />• Creative Commons Attribution-ShareAlike (CC BY-SA)</p>Pengaruh Pembangunan Infrastruktur Jalan Terhadap Pariwisata Perdesaan Di Kabupaten Kulon Progo
https://journal.itny.ac.id/index.php/matra/article/view/6068
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pembangunan infrastruktur jalan<br />terhadap perkembangan pariwisata perdesaan di Kabupaten Kulon Progo, dengan fokus pada objek wisata Pantai Glagah, Congot, Mlarangan Asri, dan Trisik selama periode 2020–2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif berbasis data sekunder,<br />diperkuat dengan observasi lapangan dan analisis spasial menggunakan GIS. Hasil<br />penelitian menunjukkan bahwa peningkatan infrastruktur jalan, terutama yang terintegrasi<br />dengan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) dan Bandara YIA di sekitar Pantai Glagah dan<br />Congot, berdampak signifikan terhadap kenaikan jumlah kunjungan wisatawan dan aktivitas<br />ekonomi lokal. Sebaliknya, akses jalan menuju Pantai Trisik dan Mlarangan Asri masih<br />menghadapi tantangan, seperti kondisi jalan yang sempit dan jembatan rusak, yang<br />berimplikasi pada fluktuasi kunjungan wisata. Analisis spasial-temporal menunjukkan<br />keterkaitan erat antara kualitas aksesibilitas jalan dengan dinamika pariwisata perdesaan.<br />Penelitian ini menekankan pentingnya pemerataan pembangunan infrastruktur sebagai<br />strategi penguatan konektivitas antarwilayah, serta sebagai upaya mendorong pertumbuhan<br />pariwisata berbasis potensi lokal secara berkelanjutan. Temuan ini diharapkan menjadi<br />bahan pertimbangan dalam perencanaan pembangunan wilayah, khususnya dalam<br />pengembangan kawasan wisata perdesaan yang inklusif dan terintegrasi.</p> <p><strong><em>Kata kunci</em></strong><em>: Infrastruktur Jalan, Pariwisata Perdesaan, Aksesibilitas, Pantai Kulon Progo, Konektivitas</em></p>Linderto AmunauwIwan Aminto ArdiIwan Priyoga
Copyright (c) 2026
2025-09-102025-09-1062111Dinamika Sub-Urbanisasi Di Kawasan Perkotaan Yogyakarta (Studi Kasus Kapanewon Kasihan dan Gamping)
https://journal.itny.ac.id/index.php/matra/article/view/5936
<p>Yogyakarta, sebagai salah satu pusat pendidikan dan budaya di Indonesia, telah mengalami pertumbuhan pesat dalam beberapa tahun terakhir, yang dimana menyebabkan kepadatan penduduk perkotaan berakibat pada meningkatnya kebutuhan ruang bagi penduduk. Hal ini yang mempengaruhi perluasan aktivitas perkotaan menuju ke daerah pinggiran kota yang kemudian kawasan-kawasan ini mengalami proses suburbanisasi. Penelitian ini dilakukan di kecamatan pada kabupaten berbeda yang berada dekat dengan pusat kota Yogyakarta, yaitu Kapanewon Kasihan di Kabupaten Bantul dan Kapanewon Gamping di Kabupaten Sleman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dinamika suburbanisasi terhadap perubahan yang terjadi di Kapanewon Kasihan dan Gamping akibat meluasnya aktivitas Perkotaan Yogyakarta. Metode yang digunakan adalah kulaitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus dan spatiotemporal. Data yang digunakan mencakup periode 15 tahun terakhir untuk mengidentifikasi bagaimana tren serta dinamika suburbanisasi secara spesifik pada tiap tahunnya dengan melihat perubahan yang terjadi pada aspek fisik, sosial dan ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dinamika yang terjadi tidak hanya berupa suburbanisasi yang ditandai oleh alih fungsi lahan dan peningkatan kepadatan penduduk, tetapi juga mengungkapkan fenomena menarik berupa keterhubungan spasial yang semakin kuat dan integrasi sosial-ekonomi dengan pusat Kota Yogyakarta, yang mendorong terbentuknya kawasan perkotaan yang lebih menyatu.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong><em>Suburbanisasi, perkotaan</em>, <em>sistem interaksi, sosial-ekonomi, Yogyakarta.</em></p>Nuralya Putri Cahyani AlyaA. Yunastiawan Eka PramanaNovi Maulida Ni’mah
Copyright (c) 2026
2025-09-102025-09-10621223Dampak Pengembangan Kawasan Industri Terpadu Terhadap Kawasan Sekitar di Kabupaten Rembang
https://journal.itny.ac.id/index.php/matra/article/view/6019
<p><em>Pengembangan kawasan industri terpadu di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, memiliki potensi besar untuk meningkatkan investasi dan pertumbuhan ekonomi, namun juga menimbulkan dampak signifikan pada lingkungan dan sosial-ekonomi masyarakat sekitar. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak pengembangan kawasan industri terpadu terhadap kawasan sekitar di Kabupaten Rembang. Metode penelitian melibatkan identifikasi kondisi dan persebaran industri serta analisis dampak fisik, sosial, dan ekonomi. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan gambaran komprehensif mengenai dampak positif seperti penciptaan lapangan kerja dan peluang usaha, serta dampak negatif seperti potensi perubahan fungsi lahan pertanian, pencemaran lingkungan, dan konflik sosial. Studi ini menekankan pentingnya strategi terencana, termasuk kolaborasi antara pemerintah daerah, investor, dan masyarakat, untuk memastikan pembangunan industri yang seimbang dan berkelanjutan, meminimalkan dampak negatif, serta memaksimalkan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan di Kabupaten Rembang.</em></p> <p><strong><em>Kata kunci</em></strong><em>— Kawasan Industri Terpadu, Dampak Lingkungan, Dampak Sosial, Dampak Ekonomi, Kabupaten Rembang</em></p>Agustinus Dwi NugrohoA. Yunastiawan Eka PramanaDwi Kunto Nurkukuh
Copyright (c) 2026
2025-09-102025-09-10622447Distribusi Spasial Cafe di Kota Yogyakarta Berbasis Hubungan Spasial
https://journal.itny.ac.id/index.php/matra/article/view/5914
<p>Pertumbuhan cafe di Indonesia mengalami peningkatan signifikan seiring dengan perubahan gaya hidup masyarakat urban, khususnya generasi muda yang menjadikan cafe sebagai ruang sosial dan tempat kerja. Kota Yogyakarta, sebagai kota pendidikan dan pariwisata, mencerminkan fenomena tersebut melalui kemunculan cafe di berbagai kawasan strategis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji distribusi spasial cafe di Kota Yogyakarta berbasis hubungan spasial, dengan fokus pada pola persebaran keruangan dan pengaruh sarana prasarana terhadap pertumbuhan cafe. Metode penelitian menggunakan analisis spasial berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG),seperti Web Scrapping, Average Nearest Neighbor (ANN) dan Network Analysis – Service Area. Hasil analisis menunjukkan bahwa persebaran cafe cenderung mengelompok dengan indeks ANN sebesar 0,134. Fasilitas hunian sewa merupakan faktor dominan, di mana 70,61% cafe berada dalam radius layanan fasilitas tersebut. Temuan ini memperlihatkan bahwa aspek spasial berperan krusial dalam keberhasilan lokasi usaha cafe, dan sebaran tidak hanya terkonsentrasi di Kemantren Jetis dan Gondokusuman, tetapi juga menyebar ke wilayah lain dengan karakteristik kota yang beragam.</p> <p><strong><em>Kata kunci: </em></strong><em>Cafe, distribusi spasial, hubungan spasial, Sistem Informasi Geografis, Web Scrapping, Average Nearest Neighbor, Network Analysis – Service Area</em></p>Tegar Dwi PurwantoCandra RagilHatta Efendi
Copyright (c) 2026
2025-09-102025-09-10624859Strategi Penanganan Kawasan Permukiman Kumuh di Kecamatan Linggang Bigung,Kabupaten Kutai Barat
https://journal.itny.ac.id/index.php/matra/article/view/6033
<p>Permukiman adalah suatu area yang digunakan oleh manusia untuk menetap dan melakukan aktivitas sehari-hari, seperti tinggal, bekerja, bersosialisasi, dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Permukiman bisa berupa desa, kota, atau wilayah urban dan suburban yang dibentuk secara alami atau direncanakan. Menurut UN-Habitat (2004) faktor-faktor yang menyebabkan kawasan menjadi kumuh di antaranya adanya migrasi penduduk dari desa ke kota, urbanisasi, dan kombinasi urbanisasi dan migrasi sebagai akibat dari perpindahan konflik antar penduduk. Hasil Kajian dari Pemerintah Kabupaten Kutai Barat mengenai kawasan kumuh yang tertuang dalam SK Kumuh Kabupaten Kutai Barat dengan Kecamatan Linggang Bigung memiliki luas MBAK 102,61 (Ha) Kawasan Kumuh. Permasalahan permukiman kumuh menjadi tantangan serius dalam pembangunan kawasan perkotaan danpedesaan, termasuk di Kecamatan Linggang Bigung, Kabupaten Kutai Barat. Kawasan ini menghadapi berbagai permasalahan seperti bangunan yang tidak layak, aksesibilitas yang buruk, kurangnya sarana dan prasarana dasar, serta kondisi lingkungan yang tidak sehat.<br />Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi penanganan kawasan permukiman kumuh dengan terlebih dahulu menentukan faktor-faktor penyebab utama melalui AHP. Maka dari itu, penulis ingin melakukan penulisan “Strategi Penanganan Kawasan Permukiman Kumuh Di Kecamatan Linggang Bigung, Kabupaten Kutai Barat” agar dengan adanya penelitian ini dapat menentukan faktor yang paling berpengaruh terhadap kondisi kawasan permukian kumuh dan menentukan hasil penanganan kawasan yang tepat sasaran di Kecamatan Linggang Bigung, Kabupaten Kutai Barat. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan satu variabel data yang diperoleh oleh beberapa kelompok pengumpul data, olahan didapatkan dari kuesioner dengan menggunakan metode pendekatan AHP, yaitu Strategi Penanganan Kawasan Permukiman Kumuh Di Kecamatan Linggang Bigung, Kabupaten Kutai Barat.</p> <p><strong><em>Kata Kunci</em></strong><em>: Strategi, Permukiman Kumuh, Kebijakan, AHP , Kawasan Permukiman</em></p>Fadrian Zalmon DinamuSeptiana FathurrohmahAmithya Irma Kurniawati
Copyright (c) 2026
2025-09-102025-09-10626076