PEMODELAN DAN ESTIMASI SUMBERDAYA NIKEL LATERIT MENGGUNAKAN METODE INVERSE DISTANCE WEIGHTINGI DAN ORDINARY KRIGING PADA BLOK X KEC. LANGGIKIMA, KAB. KONAWE UTARA, SULAWESI TENGGARA

STUDI KASUS BLOK X KEC. LANGGIKIMA KAB. KONAWE UTARA

  • Yosia Daniel Herlambang Institut Teknologi Nasional Yogyakarta
  • Hendro Purnomo
  • Partama Misdiyanta

Abstract

Kecamatan Langgikima dipercaya memiliki sumberdaya nikel laterit yang cukup banyak, maka dari itu perlu dilakukan eksplorasi. Kegiatan estimasi sumberdaya sangat penting pada eksplorasi terkhusus untuk nikel laterit yang memiliki kadar heterogen. Oleh karena itu diperlukan metode yang tepat dalam melakukan estimasi. Pada penelitian ini, dilakukan estimasi menggunakan metode ordinary kriging dan inverse distance weighting (power 2). Evaluasi hasil penaksiran dilakukan menggunakan parameter root mean square error untuk melihat nilai error antara hasil taksiran dan aktual. Perhitungan sumberdaya dilakukan menggunakan metode block model dengan dimensi 12,5m x 12,5m x 1m. Dengan asumsi densitas pada zona limonit sebesar 1.6 ton/m3, sedangkan pada zona saprolit sebesar 1.5 ton/m3. Berdasarkan hasil perhitungan parameter RMSE, didapatkan bahwa error pada metode IDW sebesar 0.0545, lebih baik pada zona limonit dengan total sumberdaya sebesar 4.603.838 ton dan kadar rata-rata sebesar 1,16%Ni dengan jumlah block sebanyak 18.415 block. Sedangkan pada zona saprolit, nilai error pada metode OK sebesar 0.1728 hal ini menunjukan bahwa metode OK lebih baik dengan total sumberdaya 2.661.756 ton dengan kadar rata-rata 1.14%Ni dengan jumlah block sebanyak 11.338 block.

Published
2022-09-26