MINING INSIGHT //journal.itny.ac.id/index.php/mining <p>JURNAL MAHASISWA TEKNIK PERTAMBANGAN</p> Institut Teknologi Nasional Yogyakarta en-US MINING INSIGHT 2622-4267 <p>This journal provides immediate open access to its content on the principle that making research freely available to the public supports a greater global exchange of knowledge.</p><p>All articles published Open Access will be immediately and permanently free for everyone to read and download. We are continuously working with our author communities to select the best choice of license options, currently being defined for this journal as follows:<br />• Creative Commons Attribution-ShareAlike (CC BY-SA)</p> EVALUASI GEOMETRI PELEDAKAN TERHADAP FRAGMENTASI HASIL PEMBONGKARAN BATUGAMPING PT. SEMEN TONASA PROVINSI SULAWESI SELATAN //journal.itny.ac.id/index.php/mining/article/view/2401 <p><em>Keberhasilan kegiatan peledakan dapat dilihat dari fragmentasi hasil peledakannya. Fragmentasi yang baik bersifat tidak terlalu halus atau kasar (boulder), melainkan optimal sesuai alat yang beroperasi.&nbsp; Masalah yang sering timbul adalah tidak diperolehnya fragmentasi batuan yang diinginkan dalam kegiatan peledakan tersebut. Hal ini menyebabkan kegiatan pengeboran dan peledakan tidak ekonomis lagi. Sehingga perlu dilakukan studi terhadap kegiatan pengeboran dan peledakan yang dilakukan serta fragmentasi batuan yang dihasilkan.</em></p> <p><em>Berdasarkan hasil </em><em>pengukuran</em><em> dapat diketahui ukuran rata-rata fragmentasi batuan hasil peledakan &gt;60 cm dengan menggunakan metode analisis gambar adalah 11,54%, dan rata-rata fragmentasi batuan hasil peledakan &gt;60 cm dengan model kuz-ram sebesar 19,89%, sehingga dari hasil penelitian didapatkan persentasi ukuran fragmentasi teoritis belum memenuhi target yaitu 60 cm dengan persentasi &lt;15%.</em></p> <p><em>Geometri peledakan usulan yang diharapkan mampu memberikan fragmentasi batuan hasil peledakan adalah burden 4 m, spasi 5 m, panjang kolom isian 5,8 m, stemming 3,2 m, kedalaman lubang ledak 9 m, loading density 8,743 kg/m, dengan powder factor 0,28 kg/Bcm. Geometri usulan ini akan memberikan fragmentasi boulder sebesar 14,68 %.</em><strong><em>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </em></strong></p> <p><em>&nbsp;</em></p> <p><strong><em>Kata kunci </em></strong><em>: Peledakan, Geometri, dan Fragmentasi</em></p> <p><em>&nbsp;</em></p> Risky Adam Agustinus Isjudarto Mustapa Ali Muhamad Copyright (c) 2022 MINING INSIGHT 2022-09-26 2022-09-26 2 2 1 8 PEMODELAN DAN ESTIMASI SUMBERDAYA NIKEL LATERIT MENGGUNAKAN METODE INVERSE DISTANCE WEIGHTINGI DAN ORDINARY KRIGING PADA BLOK X KEC. LANGGIKIMA, KAB. KONAWE UTARA, SULAWESI TENGGARA //journal.itny.ac.id/index.php/mining/article/view/2511 <p><em>Kecamatan Langgikima dipercaya memiliki sumberdaya nikel laterit yang cukup banyak, maka dari itu perlu dilakukan eksplorasi. Kegiatan estimasi sumberdaya sangat penting pada eksplorasi terkhusus untuk nikel laterit yang memiliki kadar heterogen. Oleh karena itu diperlukan metode yang tepat dalam melakukan estimasi. Pada penelitian ini, dilakukan estimasi menggunakan metode ordinary kriging dan inverse distance weighting (power 2). Evaluasi hasil penaksiran dilakukan menggunakan parameter root mean square error untuk melihat nilai error antara hasil taksiran dan aktual. Perhitungan sumberdaya dilakukan menggunakan metode block model dengan dimensi 12,5m x 12,5m x 1m. Dengan asumsi densitas pada zona limonit sebesar 1.6 ton/m<sup>3</sup>, sedangkan pada zona saprolit sebesar 1.5 ton/m<sup>3</sup>. Berdasarkan hasil perhitungan parameter RMSE, didapatkan bahwa error pada metode IDW sebesar 0.0545, lebih baik pada zona limonit dengan total sumberdaya sebesar 4.603.838 ton dan kadar rata-rata sebesar 1,16%Ni dengan jumlah block sebanyak 18.415 block. Sedangkan pada zona saprolit, nilai error pada metode OK sebesar 0.1728 hal ini menunjukan bahwa metode OK lebih baik dengan total sumberdaya 2.661.756 ton dengan kadar rata-rata 1.14%Ni dengan jumlah block sebanyak 11.338 block.</em></p> Yosia Daniel Herlambang Hendro Purnomo Partama Misdiyanta Copyright (c) 2022 MINING INSIGHT 2022-09-26 2022-09-26 2 2 9 18 ANALISIS QUALITY CONTROL BATUBARA MT-46 DARI FRONT MENUJU STOCKPILE DI PENAMBANGAN MUARA TIGA BESA PT. BUKIT ASAM TBK //journal.itny.ac.id/index.php/mining/article/view/2546 <p>Quality control merupakan suatu kegiatan dalam pengendalian mutu batubara, karena dalam proses <br>penambangan seringkali terjadi penurunan kualitas batubara pada saat batubara ditambang di front, <br>pengangkutan batubara dari front menuju stockpile, penumpukan batubara di stockpile. Berdasarkan dari <br>hasil pengujian uji laboratorium di PT.Bukit Asam dengan analisis proxymate, kualitas batubara pada saat<br>front yaitu ( TM = 30,28%, IM = 11,47%, ASH = 1,59%, VM = 40,92%, FC = 43,04%, TS = 0,71%, GCV <br>= 4811,5 Kcal/kg), dan pada saat berada di stockpile yaitu ( TM = 30,93%, IM = 14,99%, ASH = 4,36%, <br>VM = 40,24%, FC = 40,41%, TS = 0,33%, GCV = 4660,79 Kcal/kg). Telah terjadi perubahan kualitas <br>batubara dari front menuju stockpile dengan selisih nilai TM = 0,65 %, IM = 0,52 %, ASH = 2,77%, VM = <br>-0,68 %, FC = -2,63 %, TS = -0,38 %, GCV = -150,71 Kcal/kg. Dari hasil analisis diketahui bahwa pengaruh <br>dari parameter yang menyebabkan penurunan kualitas batubara adalah TM = 23,51 %, IM = 10,52 %, ASH <br>= 36,69 %, VM = 20,24 %, FC = 9,66 %, TS = 0,05 %. Untuk menjaga kualitas batubara pengawas yang <br>bekerja di stockpile harus lebih selektif dalam memisahkan batubara dan pengotor apabila terdapat <br>pengotor yang terbawa di stockpile, penyiraman jalan tambang harus lebih dioptimalkan agar pada saat <br>kondisi panas, tidak terjadi debu yang mana akan mengakibatkan kualitas batubara berubah baik pada saat <br>dump truck mengangkut batubara maupun debu di area stockpile dan pada saat terjadi hujan timbunan <br>batubara sebaiknya diberi penutup seperti terpal, agar pada saat hujan dapat meminimalisir terjadinya <br>kenaikan kandungan air (total moisture).<br>Kata kunci: Batubara, Quality Control¸Front, Stockpile, Kualitas,</p> Waluyo Hardianto Agustinus Isjudarto Hidayatullah Sidiq Copyright (c) 2022 MINING INSIGHT 2022-09-26 2022-09-26 2 2 19 30 ANALISIS KESTABILAN LERENG UNTUK OPTIMASI ENDAPAN BATUBARA DI AREA LOWWALL PIT XYZ PT. KIDECO JAYA AGUNG PROVINSI KALIMANTAN TIMUR //journal.itny.ac.id/index.php/mining/article/view/2547 <p><strong><em>Abstrak </em></strong></p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p><em>Pit XYZ merupakan salah satu Pit di Pt. Kideco Jaya Agung di mana terdapat area lowwall yang telah mengalami longsoran dan di area tersebut masih memiliki endapan batubara, sehingga akan dilakukan kegiatan optimasi endapan batubara. Dalam kegiatan optimasi endapan batubara perlu dilakukan analisis balik (back analysis) untuk mengetahui nilai parameter geoteknik (kohesi dan sudut gesek dalam) sehingga nilai faktor keamanan pada lereng aktual diketahui dan dapat memberikan rekomendasi desain geometri yang aman dan stabil. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kuantitatif. Dalam pengolahan data, dilakukan analisis balik terhadap tiap penampang. Untuk analisis faktor keamanan dan rekomendasi geometri lereng digunakan metode Morgenstern-Price. Hasil penelitian menunjukkan nilai kestabilan lereng aktual untuk penampang A dengan FK = </em><em>1.090 </em><em>dan penampang B dengan FK = </em><em>1.082</em><em>, setelah mengetahui nilai FK pada lereng aktual maka dibuat desain optimasi pada masing-masing penampang yang memiliki nilai FK = 1.025 dan FK = 1.032. Desain optimasi ini belum memenuhi kriteria sehingga peneliti membuat opsi desain geometri di setiap penampang, penampang A memiliki nilai FK = 1.399 dan penampang B memiliki nilai FK = 1.301.</em></p> <p><em>&nbsp;</em></p> <p><strong>Kata kunci</strong><em> <strong>: </strong>faktor keamanan, desain geometri optimum</em></p> <p><em>&nbsp;</em></p> <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>Pit XYZ is one of the Pits at Pt. Kideco Jaya Agung, where there is a lowwall area that has experienced landslides and as the area still has coal deposits, coal sediment optimization will be carried out. In the optimization of coal deposits, it is necessary to do a back analysis to determine the value of geotechnical parameters (cohesion and inner friction angle) so that the value of the safety factor on the actual slope is known and it can provide recommendations for safe and stable geometric designs. This research is conducted using quantitative methods. In the data processing, a back analysis is performed on each section. The analysis of safety factors and recommendations for slope geometry is carried out using the Morgenstern-Price method. The results show the actual slope stability value for section A with FK = 1,090 and section B with FK = 1,082. After obtaining the FK and PK values on the actual slopes, an optimization design was made for each section with FK = 1,025 and FK = 1,032 for section A and B respectively. This optimization design does not meet the criteria so the researcher makes geometric design options for each section, section A has a value of FK = 1.399% and section B has a value of FK = 1.301.</em></p> <p><em>Key words: safety factor, optimum geometric design</em></p> <p><strong><em>Abstrak </em></strong></p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p><em>Pit XYZ merupakan salah satu Pit di Pt. Kideco Jaya Agung di mana terdapat area lowwall yang telah mengalami longsoran dan di area tersebut masih memiliki endapan batubara, sehingga akan dilakukan kegiatan optimasi endapan batubara. Dalam kegiatan optimasi endapan batubara perlu dilakukan analisis balik (back analysis) untuk mengetahui nilai parameter geoteknik (kohesi dan sudut gesek dalam) sehingga nilai faktor keamanan pada lereng aktual diketahui dan dapat memberikan rekomendasi desain geometri yang aman dan stabil. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kuantitatif. Dalam pengolahan data, dilakukan analisis balik terhadap tiap penampang. Untuk analisis faktor keamanan dan rekomendasi geometri lereng digunakan metode Morgenstern-Price. Hasil penelitian menunjukkan nilai kestabilan lereng aktual untuk penampang A dengan FK = </em><em>1.090 </em><em>dan penampang B dengan FK = </em><em>1.082</em><em>, setelah mengetahui nilai FK pada lereng aktual maka dibuat desain optimasi pada masing-masing penampang yang memiliki nilai FK = 1.025 dan FK = 1.032. Desain optimasi ini belum memenuhi kriteria sehingga peneliti membuat opsi desain geometri di setiap penampang, penampang A memiliki nilai FK = 1.399 dan penampang B memiliki nilai FK = 1.301.</em></p> <p><em>&nbsp;</em></p> <p><strong>Kata kunci</strong><em> <strong>: </strong>faktor keamanan, desain geometri optimum</em></p> <p><em>&nbsp;</em></p> <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>Pit XYZ is one of the Pits at Pt. Kideco Jaya Agung, where there is a lowwall area that has experienced landslides and as the area still has coal deposits, coal sediment optimization will be carried out. In the optimization of coal deposits, it is necessary to do a back analysis to determine the value of geotechnical parameters (cohesion and inner friction angle) so that the value of the safety factor on the actual slope is known and it can provide recommendations for safe and stable geometric designs. This research is conducted using quantitative methods. In the data processing, a back analysis is performed on each section. The analysis of safety factors and recommendations for slope geometry is carried out using the Morgenstern-Price method. The results show the actual slope stability value for section A with FK = 1,090 and section B with FK = 1,082. After obtaining the FK and PK values on the actual slopes, an optimization design was made for each section with FK = 1,025 and FK = 1,032 for section A and B respectively. This optimization design does not meet the criteria so the researcher makes geometric design options for each section, section A has a value of FK = 1.399% and section B has a value of FK = 1.301.</em></p> <p><em>Key words: safety factor, optimum geometric design</em></p> Trynovianti Putri Malik Novandri Kusuma Wardana Supandi Copyright (c) 2022 MINING INSIGHT 2022-09-26 2022-09-26 2 2 31 44 ANALISIS NILAI DISPLACEMENT PADA TEROWONGAN DI PT. Z DESA MANGKUALAM, KECAMATAN CIMANGGU, KABUPATEN PANDEGLANG, PROVINSI BANTEN //journal.itny.ac.id/index.php/mining/article/view/2552 <p>PT. Z terletak di ujung Barat Daya Pulau Jawa, di sebelah Timur Taman Nasional Ujung Kulon<br>yang secara administrasi berada di wilayah Desa Mangku Alam-Padasuka Kecamatan Cimanggu<br>Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Pada dasarnya struktur geologi merupakan salah satu faktor yang<br>sangat mempengaruhi ambrukan di dalam lubang bukaan tambang, karena dalam hal ini struktur geologi<br>berupa kekar merupakan bidang-bidang lemah yang menjadi pemicu utama terjadinya ambrukan saat<br>operasi penambangan. Ditemui di decline Cikoneng ada beberapa lokasi yang mengalami retakan pada<br>dinding (shotcrete) dan di beberapa lokasi ditemukan batuan yang menggantung serta tonjolan pada<br>dinding terowongan. Nilai displacement pada 20 titik yang di lakukan pengamatan berada di kisaran 0,06<br>mm/hari – 0,37 mm/hari.<br>Grafik hasil monitoring pada kondisi tertentu menunjukan perubahan yang signifikan yang<br>diakibatkan dari gangguan pada proses pengambilan data monitoring ada beberapa faktor yang harus di<br>analaisis lebih dalam dengan melakukan monitoring yang menyeluruh memperhatikan kondisi di sekitar<br>pengambilan data monitoring tersebut. Terdapat 3 titik dimana total displacement melebihi kriteria dan<br>harus di lakukan perbaikan pada penyangga di 3 titik tersebut.<br>Kata Kunci : displacement , Kriteria, terowongan</p> Muhammad Saiful Haq Partama Misdiyanta Novandri Kusuma Wardana Copyright (c) 2022 MINING INSIGHT 2022-09-26 2022-09-26 2 2 45 60 KAJIAN TEKNIS PRODUKTIVITAS ALAT GALI MUAT DAN ALAT ANGKUT PADA PENAMBANGAN BATU TRAS //journal.itny.ac.id/index.php/mining/article/view/2554 <p>Penelitian dilakukan di PT. Amir Hajar Kilsi Desa Blimbing, Kecamatan Sluke, Rembang, Jawa Tengah.&nbsp; Dengan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) sebesar 18.69 Ha. Hari kerja di perusahaan adalah hari Senin sampai dengan hari Sabtu dengan total kerja selama 8 jam per hari dengan jam produktif adalah 7 jam kerja dengan 1 jam istirahat. Untuk melakukan kegiatan penambangan dengan menggunakan alat gali muat tipe Sany SY365H dan untuk alat angkut menggunakan tipe alat Isuzu Giga NMR 71. Pola pemuatan yang digunakan di lapangan berdasarkan level penggalian antara alat gali muat dan alat angkut menggunakan pola <em>bottom loading</em>. Untuk pola pengangkutan berdasarkan jumlah penempatan yaitu <em>single back up</em>. Area loading point pada front ini cukup baik dengan permukaan yang relatif rata dengan luas ± 150 meter x 30 meter &nbsp;Kegiatan penambangan harus disesuaikan dengan target produksi yang ingin dicapai. Jarak dari front penambangan menuju ke stockpile yaitu sepanjang 750 meter dengan lebar jalan angkut 7-7.5 meter. Terdapat satu pertigaan dengan sudut belokan sebesar 90 derajat. Target produksi tras PT. Amir Hajar Kilsi Rembang di site Jatisari sebesar 900 Ton/hari. Untuk mencapai target tersebut PT. Amir Hajar Kilsi Rembang menetapkan produksi minimal peralatan produksi tras yang digunakan sebesar 128.5 Ton/Jam. Namun pada kenyataannya produktivitas peralatan yang digunakan belum mencapai 128.5 Ton/Jam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas alat gali muat dan alat angkut. Berdasarkan pengamatan dan penelitian di lapangan produksi aktual pada alat muat Sany SY365H 110.43 Ton/Jam. Penyebab produktivitas aktual belum mencapai 128.5 Ton/Jam adalah karena efisiensi kerja kurang baik dan banyak delay waktu edar peralatan. Untuk meningkatkan produksi dari masing-masing peralatan dapat dilakukan dengan cara memperbaiki efisiensi kerja, menerapkan pola pemuatan yang tepat dan mengurangi delay waktu edar pada setiap peralatan, memodifikasi kapasitas bucket menjadi 1.8 m<sup>3</sup>, memperbaiki kualitas area <em>front loading</em> dan lebar jalan angkut penambangan. Produksi aktual setelah perbaikan adalah 134.7 &nbsp;Ton/Jam pada fleet Sany SY365H atau dengan kata lain sudah memenuhi target produksi yang diinginkan.</p> <p>Kata Kunci : &nbsp;Produksi, Produktivitas, Jatisari, PT. Amir Hajar Kilsi.</p> Kheirulla Heda Utama A. A. Inung Arie Adnyano Faisol Mukarrom Copyright (c) 2022 MINING INSIGHT 2022-09-26 2022-09-26 2 2 61 70 IMPLEMENTASI DAN KEBERHASILAN PROGRAM CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) //journal.itny.ac.id/index.php/mining/article/view/2569 <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>&nbsp;</p> <p>PT Geo Dipa Energi (PT GDE) merupakan Perusahaan yang bergerak dibidang sumberdaya energi, dengan memanfaatkan energi panas bumi (<em>geothermal) </em>menjadi energi listrik, atau dikenal dengan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP). Berstatus sebagai Perusahaan BUMN sejak Desember 2011, 60% saham Perusahaan dipegang oleh PT Pertamina dan 30% saham dipegang PT PLN. PT GDE memiliki dua lokasi operasional, yaitu di Patuha, Jawa Barat dengan proyek listrik 30 MW dan di Dieng, Jawa Tengah dengan proyek listrik 60 MW. Untuk penelitian yang dilakukan yaitu di PLTP Unit 1 Dieng, Jawa Tengah untuk realisasi CSR periode tahun 2014.Selaku Perusahaan, tentu akan berdampak pada kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, PT. Geo Dipa Energi melakukan program seperti : penyerapan tenaga kerja, Program penghijauan, bidang kesehatan, bidang Pendidikan, bidang ekonomi, Pariwisata, Infrastruktur, Kebudayaan dan lain-lain. Berdasarkan hasil evaluasi dan penelitian yang dilakukan, saran yang diberikan untuk PT. Geo Dipa Energi dalam implementasi Program <em>Community development</em>, sebagai bahan pertimbangan Perusahaan dalam perbaikan pelaksanaan Program Comdev untuk periode yang akan datang, yaitu :</p> <ol> <li>PT Geo Dipa Energi perlu staff khusus yang menangani permasalahan CSR</li> <li>Kebijakan kerjasama dengan vendor supaya lebih diperhatikan dan diperketat</li> <li>PT Geo Dipa Energi tidak hanya berkomunikasi dengan Perangkat Desa saja dalam program Comdev, tetapi juga dengan</li> <li>Dalam realisasi suatu program, PT Geo Dipa Energi supaya terbuka mengenai rincian biaya yang dikeluarkan</li> <li>Berkaitan dengan masalah penyerapan tenaga kerja, Perusahaan harus memiliki keterbukaan yang tinggi.</li> <li>Comdev yang berkaitan dengan penghijauan harus dilaksanakan dibawah kerja sama dengan Pemerintah melalui Dinas terkait, supaya pemeliharaan dan keberhasilan bisa</li> </ol> <p>&nbsp;</p> <p>Kata kunci : CSR, <em>geothermal</em>, PLTP</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong><em>ABSTRACK</em></strong></p> <p><strong><em>&nbsp;</em></strong></p> <p><em>PT Geo Dipa Energi (PT GDE) is a company engaged in energy resources, by utilizing geothermal energy (geothermal) into electrical energy, otherwise known as Geothermal Power Plant (GPP). Status as a state-owned company since December 2011, 60% of the Company's shares are held by PT Pertamina and 30% of shares are held by PT PLN. PT GDE has two operational locations, namely in Patuha, West Java with a 30 MW electricity project and in Dieng, Central Java with a 60 MW electricity project. For the research conducted at PLTP Unit 1 Dieng, Central Java for the realization of CSR for the period 2014. As a company, it will certainly have an impact on people's lives. Therefore, PT. Geo Dipa Energi conducts programs such as: employment, reforestation program, health sector, education sector, economy sector, tourism, infrastructure, culture and others. Based on the results of the evaluation and research conducted, the suggestions given to PT. Geo Dipa Energi in implementing the Community development Program, as a consideration for the Company in improving the implementation of the Comdev Program for the coming period, namely :</em></p> <ol> <li><em> PT Geo Dipa Energi needs special staff to handle CSR issues</em></li> <li><em> Cooperation policies with vendors to be more considered and tightened</em></li> <li><em> PT Geo Dipa Energi does not only communicate with the Village Apparatus in the Comdev program, but also with the community.</em></li> <li><em> In the realization of a program, PT Geo Dipa Energi should be open about the details of the costs incurred</em></li> <li><em> With regard to the issue of employment, the Company must have a high degree of openness.</em></li> <li><em> Comdev related to reforestation must be carried out in cooperation with the Government through the relevant Office, so that maintenance and success can be guaranteed.</em></li> </ol> <p><em>&nbsp;</em></p> <p><em>Keywords: CSR, geothermal, PLTP</em></p> Aschirelda Limbong Kondorura Hendro Purnomo Mustapa Ali Muhamad Copyright (c) 2022 MINING INSIGHT 2022-09-26 2022-09-26 2 2 71 78 KAJIAN PROSES BLENDING PENGAPALAN BIJIH NIKEL DI SITE MORONOPO PT ANTAM TBK UBPN PROVINSI MALUKU UTARA //journal.itny.ac.id/index.php/mining/article/view/2578 <p>PT Aneka Tambang is a state-owned company that aims to develop the national mining business, especially nickel. At this time PT. Antam Tbk's North Maluku Nickel Mining Business Unit has each mining location: on Pakal Island, Tanjung Buli and Moronopo as well as one inactive mining location on Ge Island. Mining Business Permit Area PT. Antam Tbk North Maluku Nickel Mining Business Unit is located in Buli Village, Maba District, East Halmahera Regency, North Maluku. Nickel mining activities at PT. Antam Tbk North Maluku Nickel Mining Business Unit is carried out using an open pit mining system, namely the Open Cast method. Mining activities use a combination of mechanical equipment Excavator, ADT (Articulated Dump Truck), DT (Dump Truck) and Bulldozer. The blending process is a controlled process of mixing two or more products together, with different specific qualities to produce a product that meets market demand. The proportion of each product is controlled in order to produce a separate single final product with the specific quality desired. From the results of the study, it is known that the market demand for Ni content is 1.65% with a total tonnage of 3200 and the Ni content will be blended on the Yanzte ship: 1.63%, 1.89 %, 1.26%, 1.89%, 1.26%, 1.26%, 1.33%, 1.75%, 1.30%. With a sublot fluctuation limit of ± 0.125% of the desired target.<br>Keywords: nickel content, blending.</p> Gabriel Daniel Solang Shilvyanora Aprilia Rande Novandri Kusuma Wardana Copyright (c) 2022 MINING INSIGHT 2022-09-26 2022-09-26 2 2 79 90 ANALISIS PRODUKTIVITAS ALAT GALI MUAT DAN ALAT ANGKUT PADA PENAMBANGAN BAUKSIT //journal.itny.ac.id/index.php/mining/article/view/3562 <p><em>Target produksi PT. Jaga Usaha Sandai pada bulan Agustus sebesar 150.000 ton/bulan atau 37.500 ton/shift/bulan dengan target produktivitas 288 bcm/jam. Produksi bauksit yang diperoleh pada bulan agustus belum mencapai target yang diharapkan, maka perlu adanya perbaikan baik dari efisiensi kerja alat gali muat, availability unit maupun kapasitas bucket dan jumlah curah pengisian yang kurang optimal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui produksi aktual alat gali muat dan alat angkut sesuai target yang diinginkan. Mengupayakan peningkatan produksi kegiatan penggalian bijih bauksit di PT. Jaga Usaha Sandai. Metode penelitian yang digunakan untuk mendapatkan data-data adalah metode kuantitatif dan tahapan penyusunan skripsi ini dimulai dari studi literatur, orientasi lapangan, pengambilan data di lapangan, pengolahan dan analisis data serta kesimpulan dan saran. Berdasarkan penelitian dan perhitungan yang telah dilakukan, didapatkan produksi aktual alat mekanis sebasar 21.617,50 ton/bulan dan produktivitas aktual sebesar 135,14 bcm/jam. Setelah dilakukan perbaikan pada efisiensi kerja alat gali muat dari 51% menjadi 65%, alat angkut dari 43% menajdi 67%, serta peningkatan terhadap bucket capacity menjadi 2,8 m³ dan curah pengisian menjadi 4,5 bucket, maka produksi yang dihasilkan meningkat menjdi 47.293,56 ton/bulan. Diharapkan perusahaan menggunakan acuan data tersebut agar target produksi di bulan berikutnya mengalami peningkatan, seperti malakukan penambahan jumlah curah pengisian terhadap alat angkut maupun kapasitas bucket dari alat gali muat.</em></p> <p><strong><em>Kata</em></strong><em> <strong>Kunci</strong> : hambatan kerja, produktivitas, produksi, produksi setelah pencucian.</em></p> Ara Oktafiani Hidayatullah Sidiq Faisol Mukarrom Copyright (c) 2022 MINING INSIGHT 2022-09-26 2022-09-26 2 2 91 98 KAJIAN TEKNIS SISTEM PENYALIRAN TAMBANG BATUBARA DI PT. ARTAMULIA TATAPRATAMA //journal.itny.ac.id/index.php/mining/article/view/3563 <p><strong><em>Abstrak</em></strong></p> <p><em>Sistem penyaliran adalah suatu cara untuk mengeringkan atau mengeluarkan air yang terdapat atau menggenangi suatu daerah tertentu. Metode sistem penyaliran tambang yang digunakan di PT. ATP yaitu dengan sistem saluran terbuka dan juga pemompaan. saluran terbuka (ring canal) yang terdapat yang dibuat disekitar lokasi penambangan, saluran terbuka tersebut selanjutnya dialirkan menuju ke setlingpond dan upaya yang dilakukan untuk mengalirkan air yang telah masuk kedalam main sump (Mine Dewatering System) dilakukan dengan membuat sumuran dan setelah itu dialirkan menuju kolam pengendapan dengan menggunakan pompa Lokasi penelitian terletak pada PT. ATP dengan dasar main sump berada di elevasi -12 mdpl dan kolam pengendapan lumpur berada di elevasi 24 mdpl dengan saluran terbuka yang mengelilingi area penambangan. Berdasarkan pengamatan di lapangan, sistem pemompaan menggunakan 1 jalur pompa, 1 jalur pembuangan pompa ke arah setlingpond tambang. Pompa yang digunakan untuk area penambagan yaitu 1 buah pompa Multiflow cf-48h dengan debit total 540 m<sup>3</sup>/jam. Selanjutnya semua air yang memasuki area penambangan akan dikeluarkan menuju setlingpond. Jumlah curah rata-rata tahunan di PT. ATP adalah sebesar 100,1 mm/tahun dengan nilai curah hujan terendah terjadi pada bulan september 2015 sebesar 0 mm/ bulan, sedangkan curah hujan tertinggi terjadi pada bulan desember 2016 sebesar 41,33 mm/bulan. </em></p> <p><em>&nbsp;</em></p> <p><strong><em>&nbsp;Kata Kunci: </em></strong><em>Sistem penyaliran, Multiflow cf-48h, main sump, setlingpond </em></p> David Rezky Pilantera Rajagukguk Shilvyanora Aprilia Rande A. A. Inung Arie Adnyano Copyright (c) 2022 MINING INSIGHT 2022-09-26 2022-09-26 2 2 99 106 ANALISIS CURAH HUJAN DALAM MERANCANG SALURAN TERBUKA DI SULAWESI UTARA //journal.itny.ac.id/index.php/mining/article/view/3564 <p><strong><em>Abstrak</em></strong></p> <ol> <li><em> J Resources Bolaang Mongondow merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dibidang <strong>&nbsp;</strong>&nbsp;penambangan bijih emas dengan metode tambang terbuka (open pit) sehingga aktivitas <strong>&nbsp;</strong>&nbsp;penambangannya berhubungan langsung dengan udara luar. Permasalahan penelitian yaitu kondisi <strong>&nbsp;</strong>&nbsp;saluran terbuka tidak mampu mengalirkan air limpasan sehingga menyebabkan meluapnya air limpasan <strong>&nbsp;</strong>Kata kunci: dan menggenangi area tambang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan <strong>&nbsp;</strong>&nbsp;Air, dimensi, data, cara pengambilan data secara langsung dilapangan. Tujuan penelitian untuk merancang dimensi <strong>&nbsp;</strong>hujan, , metode. saluran terbuka yang mampu mengalirkan air limpasan yang direncanakan. Perhitungan curah hujan <strong>&nbsp;</strong>&nbsp;rencana menggunakan metode Gumbell dan Normal. Hasil penelitian analisis data curah hujan dari <strong>&nbsp;</strong>&nbsp;tahun 2006 hingga tahun 2019, diperoleh curah hujan rencana menggunakan metode Gumbell sebesar <strong>&nbsp;</strong>&nbsp;195,59 mm/hari dan menggunakan metode Normal sebesar 187,554 mm/hari. Sehingga pada metode <strong>&nbsp;</strong>&nbsp;Gumbell periode ulang hujan yang di gunakan 25 tahun dan untuk metode Normal periode ulang yang <strong>&nbsp;</strong>&nbsp;di gunakan 10 tahun. Diharapkan dengan hasl analisis ini saluran terbuka yang di rancang dapat <strong>&nbsp;</strong>&nbsp;menampung dan mengalirkan air sehingga air tidak meluap dan menggenangi area tambang.</em></li> </ol> <p><em>&nbsp;</em></p> <p><strong><em>Kata Kunci</em></strong><strong><em>: A</em></strong><em>ir, Dimensi, Data, Hujan, Metode.</em></p> Intan Meliane A. A. Inung Arie Adnyano Erry Sumarjono Copyright (c) 2022 MINING INSIGHT 2022-09-26 2022-09-26 2 2 107 114 EVALUASI PRODUKTIVITAS ALAT LHD 1700 UNTUK MEMENUHI PRODUKTIVITAS LOCO MOTIVE DI HAULAGE LEVEL DI TAMBANG BAWAH TANAH GRASBERG BLOCK CAVE (GBC) //journal.itny.ac.id/index.php/mining/article/view/3565 <p><strong><em>Abstrak</em></strong></p> <ol start="166"> <li><em> Freeport Indonesia </em><em>merupakan salah satu perusahaan pertambangan pertama di Indonesia yang bergerak di bidang pertambangan tembaga, emas dan perak yang berlokasi di Tembagapura, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan produktivitas alat LHD R1700 pada tingkat ekstraksi dengan produktivitas lokomotif pada tingkat pengangkutan. Untuk mengetahui kendala yang menyebabkan produktivitas LHD R1700 tidak optimal. Mengoptimalkan kinerja R1700 LHD dalam hal jam operasi dan kondisi jalan pada panel. Target produksi pengupasan lapisan tanah penutup di PT. Freeport Indonesia sebesar 166.666 ton/jam dan pershif 2000.000 ton/shift sedangkan realisasi produksi alat angkut sebesar 33,124 ton/jam per logan, namun jika 5 logan sebesar 165,620 ton /jam masih terdapat kekurangan produksi dimana peralatan mekanik yang belum dioperasikan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada PT. Freeport Indonesia, nilai efisiensi kerja sebesar 79% atau efisiensi kerja 0,79. Faktor swell diperoleh dari rasio densitas lepas terhadap densitas in situ. Dari data yang diperoleh dari PT. Freeport Indonesia adalah 0,8. Pada kegiatan penambangan Block Caving menggunakan LHD unit R1700, total produksi 1unit alat muat adalah 117.431 ton/jam dan pada kegiatan penambangan Block Civing menggunakan 1 Lokomotif sebesar 33.124 ton/jam dan menggunakan 5 gerbong adalah 165.620 ton/jam. Sedangkan peningkatan produksi dari perhitungan hasil penelitian diperoleh total produksi untuk alat muat sebesar 134,741 ton/jam dan total produksi alat angkut sebesar 36,006 ton/jam dan pada 5 logan adalah 190,034 ton/jam, sehingga diketahui jika target telah terpenuhi. </em></li> </ol> <p><strong><em>Kata Kunci: </em></strong><em>Produksi, Alat Muat, Alat Transportasi, Efisiensi.</em></p> Jecklin Sitaniapessy R. Andy Erwin Wijaya A. A. Inung Arie Adnyano Copyright (c) 2022 MINING INSIGHT 2022-09-26 2022-09-26 2 2 115 122 OPTIMASI FLEET MANAGEMENT SYSTEM (FMS) – FOCUS GUNA MENGURANGI WAKTU TIDAK PRODUKTIF (IDLE TIME) PADA ALAT ANGKUT //journal.itny.ac.id/index.php/mining/article/view/3566 <p><strong><em>Abstra</em></strong><strong><em>k</em></strong></p> <p><em>Dalam produksi pengupasan tanah penutup atau overburden, alat mekanis yang digunakan yaitu Hitachi EX2600, Hitachi EX2500 dan Komatsu PC2000, sedangkan untuk alat angkut yang digunakan adalah dump truck Caterpillar CAT 777E, Caterpillar CAT 777D dan Komatsu HD 785-7. </em><em>Permasalahan yang terjadi saat ini yakni masih besarnya persentase waktu tidak produktif atau idle time yang merupakan kondisi menyala mesin namun tidak menghasilkan produksi pengupasan overburden. Dalam melaksanakan penelitian ini, penulis menggabungkan antara studi pustaka dengan data-data di lapangan sehingga dari keduanya didapat pendekatan penyelesaian masalah. Konsumsi bahan bakar ketika idle time diketahui dari perhitungan menggunakan pendekatan RPM yaitu sebesar 9,85 liter/jam dengan waktu tidak produktif atau idle time 1207 jam/bulan dan total konsumsi bahan bakar sebesar 11.888 liter/bulan, sedangkan untuk konsumsi aktual sebesar 55,80 liter/jam dengan working hour 7538 jam/bulan dan total konsumsi sebesar 420.619 liter/bulan. Perbaikan habbit operator dan penerapan konsep match factor selama berjalannya cycle time sehingga didapati pengurangan idle time menjadi 903.5 jam/bulan dan membuat persentase idle time menjadi 12%, hal tersebut membuat pengurangan terhadap konsumsi bahan bakar menjadi 417.630 liter/bulan, artinya telah memenuhi target penurunan idle time serta efisiensi konsumsi bahan bakar yang diharapkan perusahaan.</em></p> <p><em>&nbsp;</em></p> <p><strong><em>Kata Kunci</em></strong><em>: Idle Time, Fleet Management System (FMS)-FOCUS, Konsumsi Bahan Bakar</em></p> Afri Sidinra Andy Erwin Wijaya Erry Sumarjono Copyright (c) 2022 MINING INSIGHT 2022-09-26 2022-09-26 2 2 123 132 ANALISIS GETARAN TANAH (GROUND VIBRATION) TERHADAP AREA PEMUKIMAN PADA OPERASI PELEDAKAN TAMBANG BATUBARA PIT 2 BANKO BARAT //journal.itny.ac.id/index.php/mining/article/view/3567 <h1><em>Abstrak</em></h1> <p><em>Salah satu kegiatan penambangan yang dilakukan di PT. Bukit Asam ialah pembongkaran overburden dengan operasi peledakan. Salah satu permasalahan yang sering terjadi pada kegiatan peledakan ialah ground vibration atau getaran tanah hasil kegiatan peledakan tanah yang dapat menimbulkan permasalahan pada wilayah sekitar site pertambangan khususnya pada BTN Rene yang lokasi pemukimannya berjarak 1100-1300 meter dari lokasi peledakan. Analisis data yang dilakukan berupa teori persamaan regresi geometrik, hubungan antara scaled distance dan peak particle velocity untuk mengestimasi nilai tingkat getaran tanah yang akan dihasilkan. Pengukuran tingkat getaran tanah dilakukan pada tanggal 5 September 2020 – 25 November 2020 dan didapatkan 17 data tingkat getaran tanah. Pada umunya getaran tanah yang dihasilkan masih relative aman untuk tingkat amannya berdasarkan SNI hanya terdapat satu data yang melebihi 1 mm/s yaitu pada tanggal 14 September Peak Particle Velocity yang dihasilkan 1,17 mm/s dengan jarak 1250 meter dimana lokasi tersebut memasuki wilayah warga namun tidak menimbulkan kerusakan. Perlunya dilakukan estimasi tingkat getaran tanah untuk mendapatkan nilai Peak Particle Velocity &lt;1 mm/s pada jarak 1100 – 1300 m seluruh kegiatan peledakan sebelumnya untuk mendapatkan jumlah isian yang optimal per lubangnya. Setelah dilakukan analisis persamaan regresi geometrik didapatkan bentuk persamaan Y =240997x-2,148 yang dapat diubah menjadi persamaan peak particle velocity yaitu dengan nilai K= 240997 dan nilai M=2,148.Setelah dilakukan estimasi tingkat getaran tanah pada kegiatan peledakan sebelumnya, didapatkan bahwa untuk mendapatkan nilai Peak Particle Velocity &lt;1 mm/s pada jarak 1100-1300 jumlah isian perlubangnya adalah 50-58 kg dengan powder factor 0,147-0,159 kg/BCM yang masih dapat memberai batuan dengan baik. Nilai PPV yang didapatkan dari rekomendasi isian sebesar 50-58 kg berada pada angka &lt;1 mm/s dan dapat berubah tergantung pada faktor-faktor yang mempengaruhi di lapangan yaitu lokasi pengukuran, isian bahan peledak maksimum per delay, dan besar kecilnya powder factor. </em></p> <p><em>&nbsp;</em></p> <p><strong><em>Kata kunci: </em></strong><em>Peak Particle Velocity,Getaran tanah,Peledakan. </em></p> Deni Rolansyah Supandi Erry Sumarjono Copyright (c) 2022 MINING INSIGHT 2022-09-26 2022-09-26 2 2 133 146 PERBANDINGAN PERHITUNGAN VOLUME STOCKWASH MENGGUNAKAN TOTAL STATION DAN UNMANNED AERIAL VEHICLE DI PT. JAGA USAHA SANDAI //journal.itny.ac.id/index.php/mining/article/view/3568 <p><strong><em>Abstrak</em></strong></p> <p>Dalam kegiatan penambangan bauksit di kenal istilah <em>stockwash</em>. <em>Stockwash</em> adalah tempat penyimpanan sementara bauksit yang digunakan sebagai penyangga antara pengiriman dan produksi bauksit. Manajemen <em>stockwash</em> secara periodik perlu dilakukan untuk mengetahui kuantitas bauksit yang masuk dan yang keluar. Salah satu kegiatan utama dalam manajemen <em>stockwash</em> bauksit adalah monitoring volume bauksit. Penentuan volume <em>stockwash</em> dapat dilakukan dengan cara teritris dan cara ekstra teristris. Salah satu alternatif metode pengukuran yang dapat dilakukan adalah pengukuran menggunakan foto udara dari alat <em>Unmanned Aerial Vehicle </em>(UAV). UAV adalah instrument pesawat tanpa awak yang membawa sebuah kamera untuk pemetaan dari udara. Data foto udara tersebut dapat menghasilkan data <em>point cloud </em>&nbsp;yang merepresentasikan objek dengan baik dalam waktu yang relatif singkat. Volume yang didapatkan dari data pengukuran detail situasi menggunakan <em>total station</em> yang kemudian diolah menggunakan perangkat lunak <em>surpac </em>pada obyek 1 sebesar 480,86 m<sup>3</sup> dan pada obyek 2 sebesar 361,06 m<sup>3</sup>. Sedangkan data hasil foto udara UAV yang kemudian diolah menggunakan perangkat lunak <em>surpac</em> didapatkan volume pada obyek 1 sebesar 553,67 m<sup>3</sup> dan pada obyek 2 sebesar 407,48 m<sup>3</sup>. Persentase perbedaan volume terhitung antara kedua data berbeda secara signifikan, yakni obyek 1 sebesar 15,14% dan obyek 2 sebesar 12,85% dan&nbsp; tidak memenuhi standard toleransi perbedaan hasil perhitungan yang ditetapkan ASTM yakni sebesar 2,78%.</p> <p><strong><em>Kata kunci</em></strong><em>: Total station, UAV dan Volume </em></p> Mariano Pratama Model Hendro Purnomo Laura Puspita Sari Copyright (c) 2022 MINING INSIGHT 2022-09-26 2022-09-26 2 2 147 152