Penilaian Walkability Index Jalur Pejalan Kaki di Kawasan Kota Lama Semarang

Penulis

  • Agnesia Putri Kurnianingtyas Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Semarang
  • M Faiz Luthfi Dahnyanto Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Semarang

DOI:

https://doi.org/10.33579/rkr.v6i2.4003

Abstrak

Kawasan Kota Lama Semarang merupakan kawasan wisata sejarah dan ruang publik kota di Kota Semarang yang telah mengalami revitalisasi. Revitalisasi ini yang dilakukan berdampak pada peningkatan aktivitas sosial maupun ekonomi dan menunjang kedatangan wisatawan yang menjadikan jalur pejalan kaki memiliki peran yang krusial karena menjadi bagian dari aktivitas di Kawasan Kota Lama.  Penyediaan jalur pejalan kaki yang berkualitas menjadi salah satu kebutuhan yang harus dipenuhi untuk meningkatkan kenyamanan pengguna, mengingat revitalisasi Kota Lama juga mengusung konsep walkable tourism dimana wisatawan diajak untuk menikmati keindahan Kota Lama dengan cara berjalan kaki. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kualitas jalur pejalan kaki di Kawasan Kota Lama dengan pengukuran Global Walkability Index (GWI) yang terdiri dari 9 parameter. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan cara membandingkan kondisi eksisting jalur pejalan kaki di Kota Lama dengan standar penilaian GWI. Selain itu dilakukan juga penilaian dari pengunjung dengan cara menyebarkan kuesioner guna mengetahui persepsi pengunjung terhadap kualitas jalur pejalan kaki yang ada. Sampel dari penelitian ini sebanyak 96 responden yang terbagi menjadi 6 segmen dimana pemilihan sampel menggunakan metode stratified ramdom sampling. Berdasarkan hasil analisis didapatkan bahwa tingkat walkability jalur pejalan kaki di Kawasan Kota Lama berdasarkan hasil observasi adalah sebesar 61,8 dan berdasarkan persepsi pengguna sebesar 62,4. Skor ini termasuk ke dalam klasifikasi skor 60-79, menunjukkan bahwa di Kota Lama telah terdapat fasilitas pejalan kaki yang lengkap dan nyaman sehingga aktivitas sebagian besar dapat dilakukan dengan berjalan kaki. Peningkatan kualitas jalur pejalan kaki dapat dilakukan dengan mengacu terhadap nilai parameter GWI yang masih dibawah rata-rata seperti pada konflik antara jalur pejalan kaki dengan moda transportasi yang lain, ketersediaan fasilitas penyebrangan dan infrastruktur penyandang disabilitas. Selain itu pengembangan juga dilakukan pada parameter yang dirasa perlu adanya peningkatan sesuai kondisi eksisting seperti pada parameter keamanan terhadap tindak kejahatan dan ketersediaan fasilitas pendukung.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2024-04-06

Terbitan

Bagian

Articles