REKA RUANG
https://journal.itny.ac.id/index.php/rekaruang
<p>Reka Ruang is an open access scientific peer-reviewed journal published by Study Program of Urban and Regional Planning, Institut Teknologi Nasional Yogyakarta. Reka Ruang is published periodically twice a year, in June and December. Reka Ruang is committed to the development of research in the topic of urban and regional studies, spatial planning and policy, urban and regional economics, urban design, disaster mitigation, spatial modelling, and urban environmental management. This journal aims to contribute to the implementation of Sustainable Development Goals through research and academic debates. It publishes original research from early-career researcher and professional researcher who would like to contributes in the development of the urban and regional policy and planning. </p> <p>The publisher is committed to improve the quality of the publication and to achieve the journal accreditation from the Indonesian Ministry of Research and Higher Education in 2021. Every article submitted to Reka Ruang will be blindly reviewed by independent reviewer to ensure the quality of the publication. In order to be accepted in Reka Ruang, a paper must fit the focus and scope of Reka Ruang, be clearly and coherently written, and be methodologically sound. </p> <p>Reka Ruang is indexed by Google Scholar and GARUDA. </p> <p>Note: Reka Ruang is recently under re-accreditation process by SINTA. </p> <p><a href="https://scholar.google.co.id/citations?hl=en&user=a26aB5oAAAAJ" target="_blank" rel="noopener"><img src="/public/site/images/yunasekapramana/Scholar_Icon.png" alt=""></a></p> <p><a href="http://garuda.ristekbrin.go.id/journal/view/15900"><img src="/public/site/images/novimaulida/garuda14.png"></a></p> <p> </p>Institut Teknologi Nasional Yogyakartaen-USREKA RUANG2621-5926<p>Authors who publish with this journal agree to the following terms:<br><br></p> <ol type="a"> <ol type="a"> <li class="show">Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a <a href="http://creativecommons.org/licenses/by/3.0/" target="_new">Creative Commons Attribution License</a> that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.</li> <li class="show">Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.</li> <li class="show">Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work</li> </ol> </ol>INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT PROGRAM PERTAMINA SEHATI TAHUN 2025 PT PERTAMINA PATRA NIAGA AFT SEPINGGAN
https://journal.itny.ac.id/index.php/rekaruang/article/view/6245
<p>Tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan melalui CSR merupakan bentuk komitmen jangka panjang perusahaan dalam menjalankan usaha yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat sekitar. PT Pertamina Patra Niaga AFT Sepinggan secara aktif melaksanakan program CSR “Pertamina Sehati” yang berfokus pada pemberdayaan komunitas, ketahanan pangan, pengelolaan limbah berbasis lingkungan, pemanfaatan energi terbarukan, serta perlindungan terhadap kelompok rentan, khususnya ibu dan anak. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengukur tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelaksanaan program tersebut menggunakan pendekatan mixed method, yang menggabungkan survei kuantitatif melalui penyebaran kuesioner serta wawancara kualitatif dengan penerima manfaat. Populasi penelitian adalah masyarakat penerima manfaat langsung dari program. Hasil survei dianalisis menggunakan formula Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) berdasarkan Permen PANRB No. 14 Tahun 2017. Berdasarkan data, nilai total persepsi sebesar 88 dari 120 menunjukkan skor IKM sebesar 73,33, yang masuk dalam kategori Baik, dengan 76,67% responden menyatakan “Setuju” dan “Sangat Setuju” terhadap komitmen perusahaan. Selain pengukuran IKM, evaluasi dilakukan terhadap hubungan antara pendekatan humanis dan inovatif dalam pelaksanaan program dengan persepsi masyarakat terhadap keberhasilan CSR. Hasil kegiatan ini diharapkan menjadi dasar perbaikan kebijakan serta pengembangan model replikasi CSR yang berkelanjutan di wilayah lainnya.</p>I Komang BudhiartaSyauqiy Ridlo RobbiyAliecya Zahraa SalshabillaThalia Winda Sari
Copyright (c) 2025 Agustinus Pramana, I Komang Budhiarta, Syauqiy Ridlo Robbiy, Aliecya Zahraa Salshabilla, Thalia Winda Sari
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2025-10-052025-10-0581Pengembangan Kawasan Waterfront City Berbasis Potensi Sosial-Ekonomi dan Lingkungan di Kabupaten Maluku Tenggara
https://journal.itny.ac.id/index.php/rekaruang/article/view/6167
<p><em>Pesisir merupakan ruang strategis yang memiliki fungsi ekologis, sosial, ekonomi, dan budaya, namun kerap menghadapi tekanan akibat pertumbuhan penduduk dan urbanisasi. Kota Langgur di Kabupaten Maluku Tenggara merupakan salah satu kawasan pesisir yang mengalami permasalahan tata ruang, permukiman kumuh, serta keterbatasan infrastruktur dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi sosial-ekonomi dan lingkungan, tantangan yang dihadapi, serta merumuskan strategi pengembangan kawasan berbasis konsep Waterfront City (WFC). Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dan analisis SWOT. Data primer diperoleh melalui observasi lapangan, dokumentasi visual, dan wawancara semi-terstruktur dengan pemangku kepentingan, sementara data sekunder dikumpulkan dari publikasi resmi, dokumen perencanaan, serta data statistik daerah. Analisis dilakukan untuk menilai kondisi eksisting kawasan, potensi sumber daya, serta peluang dan ancaman dalam pengembangan WFC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan pesisir Kota Langgur memiliki potensi besar di sektor perikanan, perkebunan, dan pariwisata berbasis budaya lokal. Namun, kawasan ini juga menghadapi berbagai kelemahan, antara lain tingginya ketergantungan ekonomi pada sektor primer, keberadaan kawasan kumuh, serta keterbatasan akses infrastruktur dasar. Melalui analisis SWOT, strategi pengembangan WFC dirumuskan dalam empat pilar utama, yaitu revitalisasi lingkungan pesisir, diversifikasi ekonomi, peningkatan infrastruktur dasar, serta pemberdayaan masyarakat pesisir.</em></p> <p><em>Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa pengembangan WFC di Kabupaten Maluku Tenggara berpotensi menjadi instrumen transformasi sosial-ekonomi yang berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kualitas tata ruang dan kesejahteraan masyarakat pesisir</em><em>.</em></p>Pieter Thomas BerhituAryanto BoreelAdnan Botandri
Copyright (c) 2025 Pieter Thomas Berhitu, Aryanto Boreel, Adnan Botandri
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2025-12-062025-12-0681Strategi Ketersediaan Lahan Terhadap Pengembangan Pertanian Pangan Berkelanjutan di Kecamatan Keera
https://journal.itny.ac.id/index.php/rekaruang/article/view/5787
<p><em>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketersediaan dan kebutuhan lahan dalam pengembangan pertanian pangan berkelanjutan di Kecamatan Keera, Kabupaten Wajo. Dengan latar belakang penurunan luas lahan pertanian dan pertumbuhan populasi yang meningkat, penelitian ini mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam mempertahankan ketahanan pangan. Metode yang digunakan meliputi analisis kuantitatif dan kualitatif, termasuk analisis SWOT untuk merumuskan strategi pengembangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas lahan yang tersedia di Kecamatan Keera sebesar 11.643,35 ha, sedangkan kebutuhan lahan mencapai 13.758 ha, mengindikasikan defisit lahan di delapan desa. Namun, dua desa, yaitu Desa Ciromanie dan Desa Keera, mengalami surplus lahan. Analisis SWOT menunjukkan bahwa Kecamatan Keera berada di Kuadran I, mencerminkan kondisi yang menguntungkan untuk pengembangan pertanian berkelanjutan. Rekomendasi strategi mencakup pemanfaatan lahan tidak terpakai, penerapan praktik pertanian berkelanjutan, dan peningkatan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lahan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi kebijakan tata guna lahan dan pengembangan pertanian di Kecamatan Keera, serta mendukung ketahanan pangan di wilayah tersebut.</em></p>Melani AlviaIrsyadi SiradjuddinKhairul Sani UsmanAndi Idham A.P.
Copyright (c) 2025 Melani Alvia, Irsyadi Siradjuddin, Khairul Sani Usman, Andi Idham A.P.
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2025-12-062025-12-0681ANALISIS FAKTOR KEBERTAHANAN BERMUKIM MASYARAKAT DI KAWASAN RAWAN BANJIR (STUDI KASUS: KELURAHAN PENDAHARA, KECAMATAN TEWANG SANGALANG GARING, KABUPATEN KATINGAN, KALIMANTAN TENGAH)
https://journal.itny.ac.id/index.php/rekaruang/article/view/5827
<p><em>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kebertahanan masyarakat dalam bermukim di kawasan rawan banjir, dengan studi kasus di Kelurahan Pendahara, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah. Meskipun wilayah ini mengalami banjir rutin dengan genangan hingga 1,5 meter, masyarakat tetap memilih untuk tinggal. Penelitian menggunakan pendekatan metode campuran, yaitu kuantitatif melalui uji chi-square terhadap 77 kepala keluarga dan kualitatif melalui wawancara mendalam dengan informan kunci. Hasil menunjukkan bahwa faktor sosial seperti pendidikan, usia, dan lama tinggal memiliki pengaruh signifikan terhadap keputusan untuk tetap bermukim. Sebaliknya, faktor ekonomi seperti pekerjaan dan pendapatan tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Faktor kesiapsiagaan, terutama pelatihan dan bantuan pemerintah, serta kondisi fisik bangunan, khususnya penggunaan material kayu yang mudah diperbaiki, turut memengaruhi keputusan masyarakat. Temuan ini mengungkap bahwa keputusan untuk bertahan lebih banyak didorong oleh keterikatan sosial, pengalaman lokal, dan kesiapsiagaan, bukan oleh pertimbangan ekonomi. Oleh karena itu, kebijakan mitigasi bencana perlu mempertimbangkan dimensi sosial dan budaya lokal, selain perbaikan fisik infrastruktur. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar perumusan strategi mitigasi yang lebih kontekstual dan aplikatif di wilayah pedalaman yang rawan bencana.</em> </p>Nicky FortonaTheresia SusiSinggih HartantoHerwin SutrisnoIndrawan PermanaPetrisly Perkasa
Copyright (c) 2025 Nicky Fortona, Theresia Susi, Singgih Hartanto, Herwin Sutrisno, Indrawan Permana, Petrisly Perkasa
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2025-12-062025-12-0681Identifikasi Persebaran Urban Heat Island di Kecamatan Kedaton, Kota Bandar Lampung
https://journal.itny.ac.id/index.php/rekaruang/article/view/4098
<p>Fenomena Urban Heat Island didefinisikan sebagai bentuk perubahan iklim lokal. Dalam pembentukan fenomena Urban Heat Island, perubahan penggunaan lahan merupakan salah satu faktor pembentuk. Padatnya pembangunan yang menyebabkan perubahan penggunaan lahan di Kecamatan Kedaton. Kecamatan Kedaton termasuk dalam kawasan pusat kegiatan, sehingga terjadi perubahan penggunaan lahan pada tahun 2017 hingga 2022 secara signifikan yang dapat menyebabkan peningkatan suhu perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi persebaran Urban Heat Island di Kecamatan Kedaton, Kota Bandar Lampung. Variabel yang digunakan adalah suhu permukaan, dan Urban Heat Island. Metode analisis yang digunakan adalah LST dan analisis Urban Heat Island. Hasil analisis menunjukkan bahwa persebaran Urban Heat Island mengalami peningkatan. Peningkatan distribusi Urban Heat Island mencapai kelas UHI III. Dimana kelas UHI tertinggi pada tahun 2017 yaitu UHI I dan pada tahun 2022 mengalami peningkatan hingga kelas UHI III. Kenaikan suhu permukaan telah memberikan dampak terhadap persebaran Urban Heat Island di Kecamatan Kedaton.</p> <p><em> </em></p>Mia ErmawatiNana Putri YantoDhea Olvy Aulia Putri
Copyright (c) 2025 Mia Ermawati, Nana Putri Yanto, Dhea Olvy Aulia Putri
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2025-12-062025-12-0681