TINGKAT PENCEMARAN LOGAM BERAT DI PESISIR PANTAI AKIBAT PENAMBANGAN BIJIH NIKEL

  • Herlando Bubala
  • Tedy Agung Cahyadi UPN Veteran Yogyakarta
  • Rika Ernawati UPN Veteran Yogyakarta

Abstract

Logam berat memiliki sifat toksik atau beracun yang mana tidak mudah terlarut dalam air sehingga akan mempermudah terjadinya pencemaran baik pada air tawar maupun air laut. Pencemaran logam berat di perairan laut dapat menimbulkan dampak seperti terjadi perubahan fisik dari  air laut tersebut misalnya perubahan bau, warna air dan rasa air, berbahaya bagi ekosistem tanaman dan biota air dan juga berbahaya terhadap kesehatan manusia yang mengkonsumsi tanaman maupun biota air yang telah terpapar logam berat tersebut. pada penelitian ini difokuskan pada penambangan bijih nikel, yang mana logam nikel  merupakan  salah satu logam berat yang memiliki sifat toksik yang dapat berasosiasi dengan logam berat lainnya. Akibat dari aktivitas penambangan tersebut dan ditunjang dengan sistem penyaliran tambang yang kurang baik sehingga akan  mempermudah air yang membawa logam berat dari daerah tambang akan mengalir langsung menuju perairan laut. Dalam penelitian ini juga difokuskan pada kandungan logam berat dengan kategori toksik yang tinggi  (Cd, Pb, Cu, Zn, Cr6+) dan nikel (Ni). Sehingga diperlukan pengambilan sampel air laut di daerah yang di duga tercemar logam berat dan kemudian dilakukan analisis logam berat dalam air laut di laboratorium dengan metode AAS untuk mendapatkan tingkat kosentrasi dari logam berat yang diuji. Tujuan akhir dari penelitian ini adalah mengetahui tingkat pencemaran lingkungan yang di sesuaikan dengan Kepmen LH  nomor 51 tahun 2004 tentang Baku Mutu Air Laut. Parameter dalam menentukan tingkat pencemaran logam berat yaitu status mutu air, tingkat kontaminasi (CF) dan indeks beban pencemaran (PLI). Dari pembobotan status mutu air dengan metode Storet didapatkan -42,  maka status mutu air di sekitar perairan pantai daerah penelitian termasuk dalam “Kelas D” yaitu “Cemar Berat” yang disesuaikan dengan kehidupan biota air laut. Penelitian ini juga menghitung faktor kontaminasi (CF) dan indeks tingkat pencemaran (PLI), yang didapatkan bahwa logam berat berat Pb (Timbal) dan Zn (Seng) memiliki tingkat kontaminasi masih rendah sehingga tidak mencemari daerah penelitian sedangkan untuk logam berat Cd (Cadmium) Cu (Tembaga), Cr6+ (Crom valensi 6) dan Ni (Nikel) memiliki tingkat kontaminasi sangat tinggi sehingga dapat mengakibatkan pencemaran di daerah penelitian.

Author Biography

Herlando Bubala
Magister UPN Veteran Yogyakarta
Published
2019-11-04
How to Cite
Bubala, H., Tedy Agung Cahyadi and Rika Ernawati (2019) “TINGKAT PENCEMARAN LOGAM BERAT DI PESISIR PANTAI AKIBAT PENAMBANGAN BIJIH NIKEL”, ReTII, pp. 113-122. Available at: //journal.itny.ac.id/index.php/ReTII/article/view/1170 (Accessed: 25September2020).