DISTRIBUSI LIQUID HOLD UP PADA ALIRAN CINCIN (ANNULAR) AIR–UDARA DI PIPA HORIZONTAL MENGGUNAKAN C.E.C.M

  • Suryadi Suryadi
  • Indarto Indarto
  • Deendarlianto Deendarlianto

Abstract

Pola aliran annular dapat terjadi dipipa horisontal pada ketel uap, kondensor, reaktor nuklir, sistem geotermal, proses industri perminyakan dan gas alam cair (LNG). Oleh karena itu diperlukan pemahaman mengenai perilaku aliran annular dari parameter-parameter utama seperti frekuensi, dimensi, kecepatan, tekanan dan liquid hold-up. Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik dan distribusi liquid hold-up pola aliran Annular dengan metode signal processing.

Penelitian telah dilakukan secara eksperimental untuk meneliti hold-up cairan terhadap variasi waktu dalam pipa acrylic transparan dengan diameter dalam 26,0 mm dan panjang total 9,5 m. Untuk mengamati profile hold-up cairan juga dilakukan variasi pada kecepatan superfisial air (JL) dari 0,06 m/s – 0,38 m/s dan kecepatan superfisial gas (JG) dari 18,32 m/s - 39,26 m/s. Untuk mengukur liquid hold-up digunakan sensor CECM () sebanyak 3 buah dengan jarak antar sensor 215 mm. Dari data sinyal tersebut kemudian dianalisis secara statistik yang meliputi rata-rata, probability distribution function (PDF), cross correlation dan power spectral density (PSD).

Nilai liquid hold-up rata-rata cenderung semakin turun, jika nilai kecepatan superfisial udara (JG) semakin besar, sedangkan nilai liquid hold-up rata-ratanya cenderung semakin naik, jika nilai kecepatan superfisial air (JL) semakin besar. Hasil analisa menggunakan cross correlation menunjukkan bahwa pada pola aliran yang sama, kecepatan gelombang cenderung akan semakin meningkat jika nilai kecepatan superfisial udara (JG) semakin besar.

Published
2015-10-22
How to Cite
Suryadi, S., Indarto, I. and Deendarlianto, D. (2015) “DISTRIBUSI LIQUID HOLD UP PADA ALIRAN CINCIN (ANNULAR) AIR–UDARA DI PIPA HORIZONTAL MENGGUNAKAN C.E.C.M”, ReTII, 00. Available at: //journal.itny.ac.id/index.php/ReTII/article/view/124 (Accessed: 25June2024).