ANALISIS KESTABILAN LERENG DI WADUK SERMO DENGAN METODE KINEMATIKA DAN METODE KESETIMBANGAN BATAS

  • Arief Pambudi Nugraha Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Abstract

Jalan umum yang dibangun di daerah perbukitan selalu memiliki lereng-lereng terjal disisi jalan. Lereng tersebut dikhawatir kan akan terjadi longsor yang mengakibatkan banyak kerugian. Kerugian nya antara lain keselamatan pengendara dan kerugian ekonomi setempat karena terkendala akses melewati jalan maupun akibat dari longsoran yang mengenai pemukiman sekitar. Pada daerah wisata Waduk Sermo terdapat jalan-jalan yang dikelilingi oleh lereng. Dimana lereng ini merupakan akses jalan wisatawan maupun warga setempat. Batuan yang terdapat pada lereng adalah breksi andesit. Metode yang digunakan untuk menganalisa kestabilan lereng yaitu metode kinematika dan metode kesetimbangan batas. Komposisi arah dan kemiringan lereng adalah 325°/50°dan sudut geser dalam yaitu 48°. Lereng daerah penelitian berpotensi terjadi longsoran baji sebesar 0,25% yang dihasilkan dari perpotongan bidang struktur yaitu bidang kekar, berarah 57/14. Hasil perhitungan kemantapan lereng, meggunakan metode kesetimbangan batas, didapatkan nilai faktor keamanan sebesar 4,4. Dari hasil tersebut menyatakan bahwa lereng tersebut sangatlah aman. Dengan kemiringan lereng yang cukup besar yaitu 65° dan tinggi 25 meter.

References

[1] Bieniawski, Z.T. 1989. Engineering Rock Mass Clasifications A Complete Manual for Engineers and Geologists in Mining, Civil, and Petroleum Engineering. Canada : John Wiley and Sons, Inc.
[2] Carter, T.G Hoek, E., and Diederichs, M.S. 2013. Quantification of the Geological Strength Index Chart. San Francisco, CA : US Rock Mechanics/Geomechnics Symposium.
[3] Edelbro, Catrin. 2004. Evaluation of Rock Mass Strength Criteria. Lulea University of Technology : Lulea.
[4] Hoek, E., and Bray J.W. 1981. Rock Slope Engineering, The institution of mining and Metallurgy. London : Revised Third Edition.
[5] Hoek E., C. Carranza-Torres, and B. Corkum. 2002. Hoek-Brown criterion – 2002 edition. In Proceedings of the 5th North American Rock Mechanics Symposium and the 17th Tunnelling Association of Canada: NARMSTAC 2002, Toronto, Canada, eds. R.E. Hammah et al, Vol. 1, pp. 267- 273. 2.
[6] Kliche, C.A. 1999. Rock Slope Stability. United States of America : Mining, Metallurgy, and Exploration, Inc.
[7] McClay, K.R. 1987. The Mapping of Geological Structures. England : John Wiley and Sons, Ltd.
[8] Palmström A. 2001. Measurement And Characterization Of Rock Mass Jointing. Övre Smestad vei 35e, N-0378 Oslo, Norway : A. A. Balkema Publishers.
[9] Rai, M.A. dan Kramadibrata, S. 1990. Mekanika Batuan. Bandung : Jurusan Teknik Pertambangan, ITB.
[10] Wyllie, D.C and Mah, C.W. 2004. Rock Slope Engineering Civil and Mining 4 𝑡ℎ Edition. New York, USA : Spon Press 270 Madison, Avenue.
Published
2020-10-27
How to Cite
Arief Pambudi Nugraha (2020) “ANALISIS KESTABILAN LERENG DI WADUK SERMO DENGAN METODE KINEMATIKA DAN METODE KESETIMBANGAN BATAS”, ReTII, pp. 280-284. Available at: //journal.itny.ac.id/index.php/ReTII/article/view/2052 (Accessed: 15April2021).