Pengembangan Teknologi Pengolahan Gula Merah Sebagai Bahan Kue Putu di Bangka Belitung

  • soma wardi Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung
  • Sugianto Sugianto

Abstract

Gula merah banyak  diolah menjadi produk olahan campuran makanan seperti kue putu, onde-onde, serabi dan varian kuliner lainnya. Salah satu olahan dari gula merah tersebut adalah kue putu, yang mana gula merah sebagai bahan tambahnya. Berdasarkan survei yang telah dilakukan pada Industri Kecil Menengah (IKM) Kue Putu HJ Bangka di daerah Pangkal Pinang, bahwa proses penggerusan dan pengadukan gula merah masih manual dan membutuhkan waktu proses yang lama. Untuk mengatasi masalah industri kecil tersebut, melalui program Ibm penulis membuat sebuah mesin yang dapat langsung melakukan proses penggerusan gula merah dan pengadukan gula merah dan gula pasir. Daya yang digunakan sangat cocok dengan listrik rumah tangga karena menggunakan motor DC yakni Motor Wiper dan motor AC yang dikombinasikan mempunyai daya yang cukup dengan menggunakan rangkaian relay, selain itu dengan terpisahnya putaran penggerus dan pengaduk dapat memudahkan operator dalam proses penggerusan secara kontinyu dan juga memudahkan operator dalam mengeluarkan hasil akhir dari proses penggerusan karena menggunakan dudukan lengan fleksibel. Mesin yang telah dibuat dapat memenuhi kebutuhan UKM Kue Putu dimana kapasitas produksi gula merah yang tadi 10 kg/jam menjadi 20 kg/jam. Selain itu hasil pengerusan dan pengadukan gula pasir dan gula merah lebih merata jika dibandingkan secara manual.  

Author Biography

soma wardi, Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung
Dosen Jurusan Teknik Mesin Politeknik Manufaktur Bangka Belitung
Published
2018-11-24
How to Cite
wardi, soma and Sugianto, S. (2018) “Pengembangan Teknologi Pengolahan Gula Merah Sebagai Bahan Kue Putu di Bangka Belitung”, ReTII. Available at: //journal.itny.ac.id/index.php/ReTII/article/view/996 (Accessed: 22June2024).