PENINGKATAN KAPASITAS GURU PAUD DALAM MENGIDENTIFIKASI MASALAH PSIKOSOSIAL DAN EMOSIONAL ANAK PRA SEKOLAH DI KECAMATAN TEMBALANG, SEMARANG

Penulis

  • Zubaidah Zubaidah Universitas Diponegoro
  • Sari Sudarmiati Universitas Diponegoro
  • Anggorowati Universitas Diponegoro
  • Meira Erawati Universitas Diponegoro
  • Lut Fika Daru Azmi Universitas Diponegoro
  • Innez Karunia Mustikarani Universitas Diponegoro
  • Apri Nur Wulandari Universitas Diponegoro

DOI:

https://doi.org/10.33579/krvms.v2i1.6342

Kata Kunci:

psychosocial problems in children, emotional problems in children, early childhood education (PAUD)

Abstrak

Latar belakang: Tahapan perkembangan psikososial anak pra sekolah adalah Intitative vs Guilt (inisiatif dan rasa bersalah). Guru PAUD dalam dalam Gugus Wisnu Kecamatan Tembalang mengalami kesulitan dalam membedakan perilaku anak-anak yang mengalami masalah perkembangan Psikososial dan emosional yang mengakibatkan masalah Psikososial dan emosional anak tidak terdeteksi dan tertangani dengan baik. Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru dalam mengidentifikasi dan deteksi dini masalah perkembangan psikososial dan emosional pada anak usia pra sekolah di Kecamatan Tembalang Kota Semarang. Metode: Pengabdian masyarakat ini melibatkan 40 guru PAUD di Wilayah Kecamatan Tembalang Kota Semarang. Guru-guru mengikuti pelatihan singkat tentang bagaimana mengenali masalah psikososial dan emosional pada peserta didik. Metode pelatihan yang digunakan melalui diskusi, ceramah, demonstrasi, praktik, dan supervisi. Kegiatan kedua dalam pengabdian masyarakat ini adalah melakukan kelas parenting dengan topik mengatasi anak tantrum pada 30 orang tua peserta didik. Hasil: Hasil pengabdian ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan guru Gugus Wisnu Tembalang dalam mengenali masalah psikososial dan emosional pada anak secara tepat  pada anak sebagai upaya deteksi dini gangguan psikososial dan mengetahui bagaimana cara untuk menyikapi serta memberikan bimbingan pola asah, asih, dan asuh yang tepat pada anak dengan masalah Psikososial, serta orang tua mampu mengatasi tantrum pada anak usia pra sekolah. Kesimpulan: Kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat meningkatkan kemampuan guru dalam melakukan deteksi awal terkait masalah psikososial dan emosional pada anak-anak, sehingga problematika psikososial pada siswa dapat diidentifikasi lebih cepat dan tidak berlanjut menjadi isu yang lebih kompleks, serta memberikan strategi kepada orang tua dalam mengatasi anak tantrum.

Referensi

Erikson E. Childhood and society. In Yogyakarta: Pustaka Pelajar; 2010

Mutia D. Psikologi bermain anak usia dini. In Jakarta: Kencana Prenada Media Group; 2010.

Nuryanti I. Meningkatkan kemampuan sosial Psikososial dan emosional anak usia dini kelompok b dengan model cooperative learning di RA An-Nuur Dusun Tanjung Agung. 2022;2(1):118–42.

Dikdasmen Kota Semarang. Data peserta didik tahun 2024. Data Peserta Didik Kec. Tembalang - Dapodikdasmen. Diakses pada Tanggal 10 Maret 2025

Magdalena I, Nurul Annisa M, Ragin G, Rahmah Ishaq A. Analisis penggunaan teknik Pre-Test dan Post-Test pada mata pelajaran matematika dalam keberhasilan evaluasi pembelajaran di SDN Bojong 04. Jurnal Pendidikan Dan Ilmu Sosial. 2024;3(2).

Sofyandi, H. Manajemen Sumber Daya Manusia (Pertama ed., Vol. Cetakan Pertama). Yogyakarta: Graha Ilmu; 2013.

Elya, N. Kajian Faktor yang Mempengaruhi Retensi Siswa Analisis Hasil Penelitian Eksperiman dan PTK. Prosiding. 2015.

Arikunto, S. (2019). Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Baddeley, A. (2012). Working Memory: Theories, Models, and Controversies. Annual Review of Psychology, 63(1), 1–29.

Fauzan, M., & Suryani, L. (2020). Faktor yang Mempengaruhi Keberhasilan Pelatihan Guru. Jurnal Pendidikan, 21(3), 145–152.

Guskey, T. R. (2002). Professional Development and Teacher Change. Teachers and Teaching, 8(3), 381–391.

Joyce, B., & Showers, B. (2002). Student Achievement through Staff Development. ASCD.

Kirkpatrick, D. L. (1994). Evaluating Training Programs: The Four Levels. Berrett-Koehler.

Roediger, H. L., & Butler, A. C. (2011). The Critical Role of Retrieval Practice in Long-Term Retention. Trends in Cognitive Sciences, 15(1), 20–27.

Sudjana, N. (2016). Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Susanti, E., & Rahayu, D. (2021). Pengaruh Pelatihan terhadap Peningkatan Kompetensi Guru PAUD. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(2), 1881–1892.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2026-01-30