Analytical Hierarchy Process untuk Analisis Kerentanan Tanah Longsor di Desa Banjararum, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo

Authors

  • Iqbal Hidayat Institut Teknologi Nasional Yogyakarta
  • Ani Apriani Ani ITNY
  • Ahmad Ihfandi Nainggolan Institut Teknologi Nasional Yogyakarta
  • Zaulyan Al Farid Hasim Institut Teknologi Nasional Yogyakarta
  • Robert Timotius Tuska Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Keywords:

Analytical Hierarcy Process, Tanah Longsor, Banjararum

Abstract

Secara administrasi lokasi penelitan berada di Desa Banjararum, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo.  Longsor di wilayah Kulon Progo tercatat sebanyak 193 kejadian beberapa diantaranya terjadi di Desa Banjararum dengan tingkat kerawanan yang berbeda. Sehingga perlu adanya kajian yang berfungsi untuk mengetahui wilayah rawan longsor. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi wilayah rawan longsor di Desa Banjararum. Analisa kerawanan longsor dilakukan dengan cara menerapkan pendekatan heuristik dengan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dan indeks kerawanan longsor dihitung dengan menggunakan metode weighted overlay. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor pengontrol dari tingkat kerawanan bencana tanah longsor daerah penelitian adalah parameter kemiringan lereng, semakin dekat dengan kemiringan lereng maka tingkat kerawanan bencana tanah longsor semakin tinggi, pengaruh parameter kemiringan lereng dengan bobot 45,35%. Kemudian parameter curah hujan 27,02%, litologi 13,98%, dan tata guna lahan 13,65%. Faktor pemicu gerakan tanah pada daerah penelitian diindikasikan karena faktor manusia dikarenakan adanya beban tambahaan seperti beban bangunan pada lereng. Tingkat kerawanan bencana tanah longsor didaerah penelitian dibagi menjadi tiga kelas yaitu: kelas dengan tingkat kerawanan rendah,sedang dan tinggi.

References

A. Rosyida, R. Nurmasari, and Suprapto, “Analisis Perbandingan Kejadian Bencana Hidrometeorologi dan Geologi di Indonesia Dilihat dari Jumlah Korban dan Kerusakan, “Jurnal Dialog Penanggulangan Bencana, Vol. 10 No. 1 2019, hal. 12-21, 2019.

A. Apriani, B. P. Putra, M. Alfariji, J. A. Habib, J., and P. T Trisnaning, “analytic hierarchy process pada evaluasi kejadian longsor di kecamatan saminggaluh kulon progo, D.i.Yogyakarta, Yogyakarta “Journal of environment and geological Hazard, 2022.

R. Sobirin, A. N. Permadi, A. M. Akbar, D. Wildan, and Supriyanto, Analysis Geothermal Prospect of Mt. Endut Using Geochemistry Methods, USA, 2017.

Tuttle, Sherwood. D, Landforms and landscapes, W. C. Brown Co. 2d ed, 1975.

I. Hidayati, “Bentang Lahan Jawa Bagian Tengah, “Jurnal Geografi: 18(2), 145–164, 2020.

Bencana, B. N, “Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nomor 08 Tahun 2011 tentang Standarisasi Data, “Jakarta, BNPB, 2011.

Hardiyatmo, H. Christady, Teknik Fondasi I, “Yogyakarta: Beta Offset Cetakan Ketiga, 2006.

BPBD, Informasi Kebencanaan Juni 2025 Daerah Istimewa Yogyakarta, Diakses tanggal 10 Juli 2025 pukul 14.00 WIB dari http://bpbd.jogjaprov.go.id/assets/upload/1_INFOGRAFIS_JUNI_2025.pdf.

E. N. Nainggolan, M. Rio, “Zona Kerentanan Longsor Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process di Desa Banjarsari dan Sekitarnya, Kalibawang, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, “Prosiding Snast, B1-11, 2022.

W. Budianta, “Pemetaan Kawasan Rawan Tanah Longsor di Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta dengan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP), “Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (Indonesian Journal of Community Engagement), 6(2), 68-73, 2021.

S. Utami, K. Ekasari, and R. M. Saputra, “Penggunaan AHP Guna Penentuan Prioritas Penanganan Permukiman Tangguh Bencana Longsor, ” Jurnal Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan (Journal of Environmental Sustainability Management) 4(2):498–512. DOI: 10.36813/ jplb.4.2.498-512, 2021.

Rahardjo, Wartono, Sukandarmudi, and H. M. D. Rosidi, Peta Geologi LembarYogyakarta skala 1 : 100.000, Bandung: Direktorat Geologi, 1977.

Saaty, Thomas L, “Pengambilan Keputusan Bagi Para Pemimpin: Proses Hirarki Analitik untuk Pengambilan Keputusan dalam Situasi yang Kompleks, Pustaka Binama Pressindo, 1993.

Puslittanak, P. P, and Pengembangan Tanah , Laporan Akhir Pengkajian Potensi Bencana Kekeringan, Banjir dan Longsor di Kawasan Satuan Wilayah Sungai Citarum-Ciliwung, Jawa Barat Bagian Barat Berbasis Sistem Informasi Geografi, Bogor, 2004.

Published

2025-11-25

How to Cite

Iqbal Hidayat, Ani, A. A., Nainggolan, A. I. ., Hasim, Z. A. F. . and Tuska, R. T. . (2025) “Analytical Hierarchy Process untuk Analisis Kerentanan Tanah Longsor di Desa Banjararum, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo ”, ReTII, pp. 327–335. Available at: https://journal.itny.ac.id/index.php/ReTII/article/view/6373 (Accessed: 4June2026).