STRUKTUR MIKRO, KEKUATAN TARIK DAN KETAHANAN KOROSI PADUAN Fe-2,2Al-0,6C SETELAH PROSES TEMPER

  • Ratna Kartikasari

Abstrak

Paduan Fe-Al-C merupakan paduan baru kandidat pengganti ferritic stainless steel, dimana unsur Al berperan menggantikan unsur mahal Cr pada  ferritic stainless steel. Densitas yang rendah membuat paduan  Fe-Al-C  juga dikandidatkan sebagai lightweight steel (baja ringan). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh temperatur temper
terhadap struktur mikro, kekuatan tarik dan ketahanan korosi paduan Fe-2,2Al-0,6C dalam larutan 0,5% NaCl. Rangkaian proses heat treatment yang dilakukan pada penelitian ini adalah proses hardening pada temperatur 1000 oC  selama  satu  jam diikuti  dengan  pendinginan  di  dalam  air.

Proses  selanjutnya  adalah  temper  yang  dilakukan  pada temperatur 250oC, 350oC, 450oC, 550oC, dan 650oC selama satu jam diikuti dengan pendinginan di udara. Pengujian yang dilakukan adalah uji komposisi kimia, uji struktur mikro, uji tarik, dan uji korosi menggunakan metoda polarisasi sel tiga elektroda dalam larutan 0,5% NaCl. Hasil pengujian komposisi kimia menunjukkan bahwa paduan Fe-2,2Al-0,6C mengandung Al 2,27% dan C 0,64%. Pengamatan  struktur  mikro  menunjukkan  bahwa  paduan  Fe-2,2Al-0,6C  mempunyai  struktur  ferit  dan  perlit. 

Proses hardening dan temper mengubah struktur menjadi 100% ferit. Kekuatan tarik tertinggi terjadi pada proses temper temperatur
4500C sebesar 590,26 Mpa dan kekuatan tarik terendah pada temper 650oC sebesar 244,3 Mpa. Densitas tertinggi terjadi pada suhu 4500C sebesar 7,58 gr/cm3 dan densitas terendah terjadi pada raw material sebesar 7,18 gr/cm3. Laju korosi tertinggi
dalam larutan 0,5% NaCl   terjadi pada suhu 5500C sebesar 0,0183 mm/tahun dan laju korosi terendah terjadi pada raw material sebesar 0,0118 mm/tahun. Nilai laju korosi ini menunjukkan bahwa paduan Fe-2,2Al-0,6C mempunyai tingkat ketahanan korosi sangat baik.

Diterbitkan
2015-10-18