Evaluasi Batuan Induk Minyak Bumi Berdasarkan Total Organic Carbon dan Rock Eval Pyrolysis Pada Daerah Nampu, Kecamatan Juwangi, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah

Penulis

  • al hussein flowers rizqi Institut Teknologi Nasional Yogyakarta
  • Robert Timotius Tuska Institut Teknologi Nasional Yogyakarta
  • Muhammad Erlandi Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Kata Kunci:

Source Rock, Geochemistry, Oil and Gas Seepage

Abstrak

Lokasi penelitan berada di Desa Nampu, Kecamatan Juwangi, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah yang berada di Zona Kendang dan masuk pada Formasi Pelang. Metode yang digunakan dalam penelitan ini adalah dengan analisis TOC untuk mengetahui persentase material organik dan REP untuk menentukan jenis bahan organik yang ada dan untuk mengevaluasi potensi batuan shale daerah penelitian sebagai batuan induk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik batuan induk shale pada daerah penelitian dan hubunganya dengan rembesan migas yang ditemukan pada lokasi penelitian. Litologi yang dijumpai pada lokasi penelitian berupa perselingan napal/mudstone dan kalkarenit/grainstone pada bagian bawah dan satuan napal/mudstone dengan struktur masif pada bagian atas. Berdasarkan analisis fosil foraminifera planktonik, umur batuan lokasi penelitian adalah N5-N7 pada lapisan bawah, N6 pada lapisan Tengah dan N4-N6 pada lapisan atas. Setelah di tarik umur batuan pada lokasi penelitian memiliki umur Miosen Awal. Fasies lingkungan pengendapan lokasi penelitian berada pada Upper Interval of Parallel Lamination dan Pellitic Interval yang dicirikan oleh perselingan batuan kalkarenit/grainstone dan napal/mudstone pada bagian bawah dan satuan batuan napal/mudstone pada bagian atas dengan struktur massif. lokasi penelitian memiliki kandungan TOC sebesar 0,89% sehingga dikategorikan memiliki kekayaan bahan organik sedang (fair). Hasil analisis rock eval terhadap sampel permukaan memiliki kategori sedang (fair) sebagai batuan sumber penghasil hidrokarbon, berdasarkan perbandingan diagram TOC dan S2, Tmax vs HI dan HI vs OI sampel memiliki indikasi Kerogen type III yang cenderung menghasilkan gas. Kematangan sampel batuan induk berdasarkan nilai Tmax memiliki tingkat kematangan yang belum matang (immature).

Kata kunci : Batuan Induk, Geokimia, Rembesan Migas

Biografi Penulis

al hussein flowers rizqi, Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

departement of geological engineering

Referensi

Ronov, A. B. (1958). Organic carbon in sedimentary rocks (in relation to the presence of petroleum). Geokhimiya (translation), 5. 510–536.

Samodra, H., Suharsono, S. Gafoer dan T. Suwarti., (1992): “Geologi Lembar Tulungagung, Jawa”, Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi, Bandung, Indonesia.

Rahardjo, Wartono. 2004. Buku Panduan Ekskursi Geologi Regional Pegunungan Selatan dan Zona Kendeng. Jurusan Teknik Geologi. Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada.

De Genevraye, P., Samuel, Luki. 1972. Geology of the Kendeng Zone (Central and East Java). Indonesian Petroleum Association.

Peters, K.E., dan M. R. Cassa., (1994). Applied Source Rock Geochemistry, AAPG Memoir, 60, 93-120.

Waples, D. W. (1985). Geochemistry in Petroleum Exploration. Boston: D. Reidel Publishing Company.

Sukardi dan Budhitrisna, T. 1992. Peta Geologi Lembar Salatiga, Jawa, skala 1:100.000. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi.

Grabau, A. W. (1904). On the Classification of Sedimentary Rocks...

Mount, J., 1985, Mixed Siliciclastic and Carbonate: a proposed first – order textural and compositional classification, Sedimentology, 435 – 442.

Embry, A. F., & Klovan, J. E. (1971). A late Devonian reef tract on northeastern Banks Island, NWT. Bulletin of Canadian petroleum geology, 19(4), 730-781.

Walker, R. G., & Cant, D. J. (1984). Sandy fluvial systems. Facies models, 1, 71-89.

Bouma, A. H., 1962. Sedimentology of Some Flysch deposits: a graphic approach to facies interpretation. Amsterdam: Elsevier.

Blow, W. H. (1969, January). Late Middle Eocene to Recent planktonic foraminiferal biostratigraphy. In Proceedings of the first international conference on planktonic microfossils (Vol. 1, pp. 199-422). Leiden: Ej Brill.

Harsono, Pringgroprawiro. 1983. Stratigrafi daerah Mandala Rembang dan sekitarnya.

Mardianza, A., & Dianita, C. (2018). KORELASI GEOKIMIA ANTARA BATUAN INDUK DAN REMBESAN MINYAK DAN GAS DI ZONA KENDENG BAGIAN BARAT, JAWA TENGAH. Lembaran publikasi minyak dan gas bumi, 52(2), 67-77.

Vashti, A. A., Romario, I. F. B., Suprapto, R. E., & Devi, E. A. (2007). EVALUASI KARAKTERISTIK BATUAN DAN REMBESAN MINYAK PADA FORMASI KEREK TERHADAP POTENSI HIDROKARBON CEKUNGAN KENDENG, SEMARANG, JAWA TENGAH, INDONESIA.

Hapsoro, S. E. (2021). GEOLOGI DAN STUDI KARAKTERISTIK SESAR NAIK DAERAH PILANGREJO DAN SEKITARNYA KECAMATAN JUWANGI, KABUPATEN BOYOLALI PROVINSI JAWA TENGAH. Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA, 1(2).

##submission.downloads##

Diterbitkan

2025-11-25

Cara Mengutip

rizqi, al hussein flowers, Timotius Tuska, R. dan Erlandi, M. (2025) “ Evaluasi Batuan Induk Minyak Bumi Berdasarkan Total Organic Carbon dan Rock Eval Pyrolysis Pada Daerah Nampu, Kecamatan Juwangi, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah”, Retii, hlm. 40–52. Tersedia pada: https://journal.itny.ac.id/index.php/ReTII/article/view/6256 (Diakses: 4Juni2026).