Geologi, Genesis dan Karakteristik Endapan Laterit Bauksit di Daerah Melugai, Kalimantan Barat

Penulis

  • Muhammad Hery Setiyawan Fakultas Teknik Geologi, Universitas Padjadjaran
  • Mega Fatimah Rosana Fakultas Teknik Geologi, Universitas Padjadjaran
  • Johanes Hutabarat Fakultas Teknik Geologi, Universitas Padjadjaran
  • Hill Gendoet Hartono Fakultas Teknik dan Perencanaan, Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Kata Kunci:

bauksit laterit, genesis, karakteristik endapan, laterisasi

Abstrak

Endapan bauksit laterit yang ditemukan di Desa Melugai, Kalimantan Barat merupakan bagian dari zona laterit prospektif. Penelitian ini bertujuan mengkaji kondisi geologi dan genesis endapan yang mempengaruhi karakteristik bauksit. Metode yang digunakan meliputi pemetaan geologi, analisis petrografi, dan uji laboratorium (XRD dan XRF). Daerah Melugai tersusun oleh batuan Malihan Pinoh dengan unit metatuf dan metaandesit yang berumur Trias. Secara geomorfologi, wilayah ini berupa perbukitan bergelombang landai hingga miring dengan pola aliran dendritik. Pembentukan bauksit laterit dikendalikan oleh jenis batuan induk, waktu, iklim tropis, dan geomorfologi landai, dimana proses lateritisasi mengintensifkan pelapukan dan pelindian unsur larut (Na, K, Ca) sehingga meninggalkan residu kaya aluminium hidroksida (Al(OH)₃) yang mengeras menjadi bauksit. Endapan bauksit di Melugai terbagi menjadi dua tipe berdasarkan batuan induknya. Hasil analisis XRD menunjukkan mineral dominan berupa gibbsite, hematite, geothite, kaolinite, quartz, dan sodalite. Analisis XRF menyimpulkan perbedaan kualitas yang signifikan. Bauksit dari batuan induk metatuf memiliki kadar Al₂O₃ rata-rata 47,53% (kualitas medium grade). Sedangkan bauksit dari batuan induk metaandesit memiliki kadar Al₂O₃ rata-rata 32,25% (kualitas low grade). Disimpulkan bahwa bauksit yang bersumber dari batuan induk metatuf memiliki kualitas yang lebih baik dan tingkat laterisasi yang lebih kuat.

Referensi

M. H. Setiyawan, “Evaluasi Geologi Lingkungan Untuk Mengetahui Tingkat Kemampuan Dan Kesesuaian Lahan Bekas Tambang Bauksit Pada Kegiatan Reklamasi Di Daerah Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat”, Thesis, Yogyakarta, Institut Teknologi Nasional Yogyakarta, 2024.

I. H. Sulistyawan, “Characteristics and Mineralization Distribution of Precious Metal and Base Metal from Sanggau District, West Kalimantan,” Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral, vol. 18, no. 4, pp. 225-232, 2017.

D. Sunjaya, R. D. Nugraheni, A. A. Sahri, M. Widyastuti, and A. Hindarto, Mineral Classification Of Bauxite Laterite In Tayan Mining Site, Joint Convention Yogyakarta, Yogyakarta, 2019.

A. Bachtiar, Geologi Pulau Kalimantan, Bandung: Institut Teknologi Bandung, 2006.

S. Supriatna, U. Margono, Sutrisno, P. E. Pieters, and R. P. Langford, Peta Geologi Lembar Sanggau Kalimantan, Bandung: Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi, 1993.

P. Sanyoto, P. E. Pieters, and R. P. Langford, Peta Geologi Lembar Pontianak/Nangataman Kalimantan, Bandung: Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi, 1993.

S. R. Nurhawaisyah, N. Jafar, S. Bakri, A. Artiningsih, and S. Widodo, A Petrographic Study of Bauxite of Kenco Area, Landak District, West Kalimantan Province, IOP Conference Series Earth and Environmental Science, 2021.

Erlangga, “Kajian Erodibilitas berdasarkan Beberapa Subgroup Tanah pada Lahan Tegalan dengan Kelas Kemiringan Lereng yang Berbeda di Kapanewon Nglipar, Kabupaten Gunungkidul”, Skripsi, Yogyakarta, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta, 2024.

T. L. R. Astuti, “Identifikasi Petrofisik Batuan Sebagai Pendukung Karakteristik Hidrolik Akuifer Pada Sub Das Code, Yogyakarta,” Jurnal Geosapta, vol. 6, no. 2, pp. 103-109, 2020.

A. Hidayanto, Supandi dan H. Sidiq, “Sequence Penambangan Bijih Bauksit pada Pit Andromeda 1 untuk Memenuhi Target Produksi 51.005 Ton Bauksit Kotor”, Jurnal Mining Insight, vol. 3, no. 1, pp. 1-10, 2022.

A. B. Santoso dan R. Syaputra, “Karakteristik Geokimia Endapan Bauksit di Daerah X, Kalimantan Barat, Indonesia”, Jurnal Teknologi Pertambangan dan Geosains, vol. 1, no. 2, pp. 29-35, 2024.

W. Schellmann, A New Definition of Laterite in Lateritization Processes, Kolkata: Geological Survey of India, 1986.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2025-11-25

Cara Mengutip

Setiyawan, M. H., Rosana, M. F. ., Hutabarat, J. . dan Hartono, H. G. (2025) “Geologi, Genesis dan Karakteristik Endapan Laterit Bauksit di Daerah Melugai, Kalimantan Barat”, Retii, hlm. 188–196. Tersedia pada: https://journal.itny.ac.id/index.php/ReTII/article/view/6340 (Diakses: 4Juni2026).