Mudflat facies in the lower part of Nanggulan Formation, Kulon Progo Mountain, Yogyakarta, Indonesia
Kata Kunci:
Nanggulan Formation, mudflat facies, sedimentary structureAbstrak
Tipe fasies mudflat umumnya diinterpretasikan sebagai batulempung gampingan berlapis paralel bersudut horisontal, berada dekat garis pantai. Namun demikian, mekanika arus dan sistem penyaluran justru banyak dijumpai pada sisipannya dalam litologi batupasir berbutir sangat halus, halus sampai menengah. Penelitian ini akan mempelajari tipe fasies mudflat Formasi Nanggulan dengan sisipan litologi batupasir halus sampai sangat halus dan batu gamping kalsilutit. Metode yang digunakan pembuatan penampang stratigrafi vertikal batuan Formasi Nanggulan. Struktur -struktur sedimen yang dijumpai menunjukan peran mekanika arus pasang-surut seperti heterolitik, tulang ikan, muddrape, perselingan neap dan spring, laminasi lempung ganda dan laminasi berkeriput. Ichnofosill juga bervariasi hadir pada fasies ini. Sistem penyaluran sungainya dikontrol oleh dua sumber berbeda yaitu dari daratan dan lautan yang terbentuk di zona intertidal secara bersamaan.
Kata kunci: Formasi Nanggulan, fasies mudflat, struktur sedimen.
Referensi
Smyth, H. R., Hall, R., Nichols, G. J., “Cenozoic volcanic arc history of East Java, Indonesia: The stratigraphic record of eruptions on an active continental margin”, The Geological Society of America Special Paper, 436, 2008.
Prasetyadi, C., “Provenan Batupasir Eosen Jawa Bagian Timur”, Proseding Pertemuan Ilmiah Tahunan IAGI ke, 37, 2008.
Astuti, B. S., Humantoro, R., & Hidayat, M., “Analisis Struktur Geologi Jalur Kali Watupuru Dan Kali Songgo Daerah Degan Kulonprogo, Dan Implikasinya Terhadap Penyebaran Batupasir Kuarsa Formasi Nanggulan Yang Berpotensi Sebagai Reservoir”, Seminar Nasional Fakultas Teknik Geologi ke-3, 2016.
Rahardjo, W., & Sukandarrumidi, R., “Peta geologi lembar Yogyakarta”, Jawa, Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi, Bandung, 1995.
Hartono, H. G., Sudradjat, A. “Nanggulan Formation and Its Problem As a Basement in Kulonprogo Basin, Yogyakarta”, Indonesian Journal on Geoscience, 4(2), 2017.
Renema, W., “Larger foraminfera as marine environmental indicators”, Scripta Geologica, 124, 1-260, 2002.
Ansori, A. Z., Amijaya, D. H., “Proses Pengendapan dan Lingkungan Pengendapan Serpih Formasi Nanggulan, Kulon Progo, Yogyakarta Berdasarkan Data Batuan Inti. In Proceeding Seminar Nasional Kebumian ke (Vol. 8), 2014.
Lelono, E. B., “ Zonasi polen tersier Indonesia timur. Lembaran publikasi minyak dan gas bumi,” 41(1), 1-8, 2007.
Polhaupessy, A. A., “Polen Paleogen-Neogen dari Daerah Nanggulan dan Karangsambung Jawa Tengah”, Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral, 19(5), 325-332, 2009.
Nuraini, S., Syafri, I., Muljana, B., Sudradjat, A., “Ichnofossil of Nanggulan Deltaic System: Case Study of Watupuru Cross Section in Kulon Progo, Central Java, Indonesia”, Indonesian Journal on Geoscience, 11(2), 295-312, 2024.
Jatiningrum, R. S., Saputra, R., Phang, G., Sato, T., “Sedimentation Rates and Calcareous Nannofossil Biostratigraphy of the Nanggulan Formation, Kulon Progo, Indonesia”, Bulletin of the Marine Geology, 37(1), 2022.
Coxall, H. K., Jones, T. D., Jones, A. P., Lunt, P., MacMillan, I., Marliyani, G. I., Pearson, P. N., “The Eocene− Oligocene transition in Nanggulan, Java: lithostratigraphy, biostratigraphy and foraminiferal stable isotopes”, Journal of the Geological Society, 178(6), jgs 2021-006, 2021.
Widagdo, A., Pramumijoyo, S., Harijoko, A., “Kontrol Struktur Geologi Terhadap Kemunculan Formasi Nanggulan di Daerah Kecamatan Naggulan Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta”, Jurnal GEOSAPTA Vol, 6(2), 97, 2020.
Winarti, W., Sukiyah, E., Syafri, I., & Nur, A. A., “Tectonic control of the Nanggulan formation based on morphometric analysis in Kulon Progo, Indonesia”, Indonesian Journal on Geoscience, 9(2), 147-157, 2022.
Pemberton, S. G., MacEachern, J. A., & Gingras, M. K., “The antecedents of invertebrate ichnology in North America: The Canadian and Cincinnati schools”, In Trace Fossils (pp. 14-31), Elsevier, 2007.
Buatois, L. A., Gingras, M. K., MacEachern, J., Mángano, M. G., Zonneveld, J. P., Pemberton, S. G., Martin, A., “Colonization of brackish-water systems through time: evidence from the trace-fossil record”, Palaios, 20(4), 321-347, 2005.
Knaust, D., “ Siphonichnidae (new ichnofamily) attributed to the burrowing activity of bivalves: Ichnotaxonomy, behaviour and palaeoenvironmental implications”, Earth-Science Reviews, 150, 497-519, 2015.
Ekdale, A. A., & Harding, S. C., “Cylindrichnus concentricus Toots in Howard, 1966 (trace fossil) in its type locality, Upper Cretaceous, Wyoming”, In Annales Societatis Geologorum Poloniae, Vol. 85, No. 3, pp. 427-432, 2015.
Shanmugam, G., Poffenberger, M., Toro Alava, J., “Tide-dominated estuarine facies in the Hollin and Napo (" T" and" U") formations (Cretaceous), Sacha field, Oriente basin, Ecuador”, AAPG bulletin, 84(5), 652-682, 2000.
Dalrymple, R. W., Zaitlin, B. A., Boyd, R., “Estuarine facies models; conceptual basis and stratigraphic implications’, Journal of Sedimentary Research, 62(6), 1130-1146, 1992.
##submission.downloads##
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Prosiding ini memberikan akses terbuka langsung ke isinya dengan prinsip bahwa membuat penelitian tersedia secara gratis untuk publik mendukung pertukaran pengetahuan global yang lebih besar.
Semua artikel yang diterbitkan Open Access akan segera dan secara permanen gratis untuk dibaca dan diunduh semua orang.