Karakteristik Pemanfaatan Ruang di kabupaten Belu Nusa Tenggara Timur Tahun 2014-2024

Penulis

  • Selestiani Virginita Intan Kosat
  • Iwan Aminto Ardi Perencanaan Wilayah dan Kota, Institut Teknologi Nasional Yogyakarta
  • Septiana Fathurrohmah Perencanaan Wilayah dan Kota, Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Abstrak

Dalam beberapa tahun terakhir Kabupaten Belu mengalami perkembangan sehingga terjadi perubahan
pada pemanfaatan ruang. Hal ini dapat disebabkan oleh pertumbuhan penduduk, urbanisasi, perubahan ekonomi,
dan faktor-faktor lainnya. Dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Belu menjelaskan bahwa
meningkatnya kegiatan pembangunan yang memerlukan lahan, baik tempat untuk memperoleh sumber daya alam
mineral atau lahan pertanian maupun lokasi kegiatan ekonomi lainnya, seperti industri, pariwisata, pemukiman
dan administrasi pemerintahan, potensial meningkatkan terjadinya kasus-kasus konflik pemanfaatan ruang dan
pengaruh buruk dari suatu kegiatan terhadap kegiatan lainnya. Berkenaan dengan hal tersebut, diperlukan
perencanaan tata ruang yang baik dan akurat, agar perkembangan tuntutan berbagai kegiatan pemanfaatan ruang
sumberdaya yang terdapat di dalamnya dapat berfungsi secara optimal, terkendali, selaras dengan arah pem
bangunan daerah Kabupaten Belu. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik
pemanfaatan ruang di Kabupaten Belu. Variabel dalam penelitian ini yaitu Kawasan Permukiman, Kawasan
Pertanian dan Perkebunan serta Kawasan Hutan. Untuk metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah
metode analisis overlay atau menumpangtindihkan variabel-variabel Pemanfaatan ruang dengan pendekatan
deskriptif kualitatif. Dan dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui teknik wawancara. Hasil dari
penelitian ini adalah pemanfaatan ruang terbesar di tahun 2014 yaitu Kawasan Hutan dengan luas 986,93 Km²
dengan persentase 84,81% dan untuk pemanfaatan ruang terbesar di tahuh 2024 yaitu Pertanian dan Perkebunan
dengan luas 45,616 Km² dengan persentase 4.461,60% dan tersebar di seluaruh kecamatan yang ada di Kabupaten
Belu. Alih fungsi kehutanan menjadi perkebunan menjadi peluang untuk masyarakat di Kabupaten Belu untuk
meningkatkan pendapatan, sehingga perubahan ini terjadi diseluruh kecamatan di Kabupaten Belu.
Kata Kunci: Kabupaten Belu, Pemanfaatan ruang, Overlay, Perubahan

##submission.downloads##

Diterbitkan

2025-03-20

Terbitan

Bagian

Articles