Tingkat Aksesibilitas Transportasi Publik di Wilayah Peri-Urban Kawasan Perkotaan Yogyakarta

  • A Yunastiawan Eka Pramana Sekolah Tinggi Teknologi Nasional (STTNAS) Yogyakarta
  • Hatta Efendi

Abstract

Pertumbuhan fisik perkotaan perlu untuk diikuti oleh pertumbuhan infrastruktur yang memadahi agar kawasan perkotaan dapat tumbuh secara berkelanjutan. Salah satu bentuk infrastruktur yang perlu untuk dipenuhi adalah infrastruktur transportasi publik yang dapat menciptakan keterhubungan antara pusat-pusat permukiman dan pusat-pusat aktivitas sosial ekonomi, sekaligus acap kali menjadi instrumen untuk mengendalikan pertumbuhan fisik perkotaan.Penelitian ini dilakukan untuk mengukur tingkat aksesibilitas transportasi publik di wilayah peri-urban di Kawasan Perkotaan Yogyakarta. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan location-based accessibility dengan memanfaatkan teknik analisis spasial untuk mengukur tingkat aksesibilitas transportasi publik di wilayah peri-urban. Hasil penelitian menunjukkan terdapat ketimpangan tingkat aksesibilitas transportasi publik, dimana wilayah yang berada di sisi utara Kota Yogyakarta yakni di Kabupaten Sleman memiliki tingkat aksesibilitas transportasi publik yang lebih tinggi dibandingkan di sisi selatan Kota Yogyakarta. Penelitian ini juga menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara aksesibilitas transportasi publik dengan konsentrasi populasi di wilayah peri-urban di Kawasan Perkotaan Yogyakarta

References

Angel, S. 2012. Planet of Cities.

Bettencourt, L. M. A. (2013). The Kind of Problem a City Is.

Daniels, R., & Mulley, C. (2013). Explaining walking distance to public transport: The dominance of public transport supply. Journal of Transport and Land Use, 6(2), 5. https://doi.org/10.5198/jtlu.v6i2.308

Dirgahayani, P., & Nakamura, F. (2012). Fostering partnerships towards sustainable urban mobility from the national to local level: Matsuyama, Japan and Yogyakarta, Indonesia. IATSS Research, 36(1), 48–55. https://doi.org/10.1016/j.iatssr.2012.01.001

Moore, R. D. (2015). Gentrification and displacement : The impacts of mass transit in Bangkok Gentrification and displacement : The impacts of mass transit in Bangkok, 1146(October). https://doi.org/10.1080/08111146.2015.1028615

Mulley, C., & Tsai, C. H. (Patrick). (2016). When and how much does new transport infrastructure add to property values? Evidence from the bus rapid transit system in Sydney, Australia. Transport Policy, 51, 15–23. https://doi.org/10.1016/j.tranpol.2016.01.011

Nguyen, M. H., & Pojani, D. (2018). Why Do Some BRT Systems in the Global South Fail to Perform or Expand ? Preparing for the New Era of Transport Policies: Learning from Experience (1st ed., Vol. 1). Elsevier Inc. https://doi.org/10.1016/bs.atpp.2018.07.005

Páez, A., Scott, D. M., & Morency, C. (2012). Measuring accessibility: Positive and normative implementations of various accessibility indicators. Journal of Transport Geography, 25, 141–153. https://doi.org/10.1016/j.jtrangeo.2012.03.016

UN Habitat. (2016). World Cities Report 2016. Urbanization and Development: Emerging Futures.

Walters, B. Y. L. C. (2012). Land Value Capture in Policy and Practice, 10(2), 5–22.

Published
2019-08-20
Section
Articles