Identifikasi Dampak dan Strategi Dalam Mereduksi Fenomena Urban Heat Island di Kawasan Metropolitan Jabodetabek

Penulis

  • Mh Nateq Nouri Magister Perencanaan Wilayah dan Kota, Institut Teknologi Bandung, Indonesia
  • Rois Dinan Magister Perencanaan Wilayah dan Kota, Institut Teknologi Bandung, Indonesia

Abstrak

Jabodetabek adalah area metropolitan di mana DKI Jakarta berfungsi sebagai pusat pemerintahan dan ekonomi Indonesia. Sebagai pusat kegiatan di Indonesia, tentu saja aktivitasnya lebih rumit dibandingkan di tempat lain. Masyarakat di luar DKI Jakarta tertarik untuk migrasi ke daerah tersebut karena aktivitas yang kompleks ini. Dengan luas 15.978 km2, DKI Jakarta adalah provinsi dengan kepadatan penduduk tertinggi pada tahun 2021. Ini dapat berdampak pada lingkungan karena kepadatan penduduk yang cukup tinggi. Salah satu konsekuensi yang akan terjadi adalah fenomena Kota Panas Urban. Kepadatan bangunan, yang disebabkan oleh banyaknya penduduk, meningkatkan suhu permukaan. Hal ini akan menjadi lebih parah dalam situasi di mana RTH rendah atau kerapatan vegetasi sangat rendah. Karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan dampak fenomena UHI di DKI Jakarta terhadap wilayah sekitarnya (Bodetabek), serta metode untuk mengurangi dampak ini. Untuk mengidentifikasi fenomena UHI, peneliti menggunakan metode analisis LST dan NDVI untuk mengukur kerapatan vegetasi dan NDBI untuk mengukur kepadatan bangunan. Peneliti melakukan pendekatan penelitian untuk mengurangi dampak lingkungan yakni dengan menggunakan pendekatan Willingness to Pay (WTP) untuk DKI Jakarta, dan Bodetabek membuat strategi spasial. Hasil analisis menunjukkan bahwa Kota Jakarta Timur mengalami fenomena UHI yang paling parah, sedangkan Kabupaten Bogor memiliki suhu permukaan terendah. Dalam hal kemauan untuk membayar jasa lingkungan, nilai willingness to pay (WTP) rata-rata dari 104 responden di Kota DKI Jakarta adalah sekitar Rp. 66.846,00. Hasil CVM menunjukkan nilai sebesar 62%. Ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang kuat antara variabel yang diamati. Oleh karena itu, temuan ini menunjukkan bahwa responden memiliki tingkat kesediaan yang signifikan untuk membayar untuk perbaikan lingkungan di daerah tersebut. Dari hasil analisis yang dilakukan menunjukkan bahwa, pemangku kepentingan yang terkait dapat menerapkan studi strategi POAC yang telah dilakukan dalam penelitian ini.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2025-12-06

Terbitan

Bagian

Articles