PENGARUH PENAMBAHAN GULA PASIR TERHADAP WAKTU IKAT AWAL PASTA SEMEN DAN MORTAR

Penulis

  • Retno Trimurtiningrum Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
  • Bantot Sutriono
  • Billy Arrowrichta
  • Hiasintus Bertus Watu

DOI:

https://doi.org/10.33579/krvtk.v4i2.1564

Kata Kunci:

waktu pengikatan, gula, pasta semen, mortar.

Abstrak

Dalam pelaksanaan konstruksi dengan material beton, seringkali lokasi batching plan berbeda dengan lokasi proyek, sehingga memerlukan waktu dalam pengangkutan materialnya. Untuk mencegah agar material beton tidak mengalami pengikatan terlebih dahulu sebelum dilakukan pengecoran, maka diperlukan bahan tambah kimia untuk memperlambat waktu pengikatan, yaitu retarder. Umumnya, bahan tambah kimia termasuk retarder mempunyai harga yang relatif mahal. Oleh karena itu, dalam penelitian ini digunakan bahan alternatif gula karena gula merupakan salah satu komposisi dalam retarder serta mempunyai harga yang relatif murah dan mudah untuk didapatkan. Persentase bahan tambah gula yang digunakan adalah 0% (sebagai benda uji kontrol); 0,03%; 0,05% dan 0,1%. Pengujian waktu ikat menggunakan peralatan jarum vikat untuk pasta semen dan alat penetration resistance untuk mortar. Hasil pengujian waktu ikat menunjukkan bahwa gula dapat menunda waktu ikat awal pada benda uji pasta semen maupun mortar. Waktu ikat awal terpanjang diperoleh pada campuran G-0,1% yaitu 157,69 menit untuk benda uji pasta semen dan 250 menit untuk benda uji mortar.Kata kunci: waktu pengikatan, gula, pasta semen, mortar

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2019-12-21

Cara Mengutip

[1]
Retno Trimurtiningrum, B. Sutriono, B. Arrowrichta, dan H. B. Watu, “PENGARUH PENAMBAHAN GULA PASIR TERHADAP WAKTU IKAT AWAL PASTA SEMEN DAN MORTAR”, Journal Technology of Civil, Electrical, Mechanical, Geology, Mining, and Urban Design, vol. 4, no. 2, hlm. 87–92, Des 2019.

Terbitan

Bagian

Articles