INTERPRETASI ANOMALI MEDAN MAGNET BUMI DI KAWASAN GUNUNGAPI LAMONGAN

Penulis

  • Ninik Agustin Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali Cilacap

DOI:

https://doi.org/10.33579/krvtk.v5i1.1615

Abstrak

Lumajang merupakan salah satu kabupaten di Jawa Timur yang terdapat Kawasan Gunungapi Lamongan. Gunungapi Lamongan merupakan Gunungapi monogenesis muda yang tumbuh dari sesar pada puncaknya. Erupsi yang terjadi pada Gunungapi Lamongan tidak hanya pada gunung utama, tetapi juga membentuk kerucut parasit berjumlah sekitar 37 cinder cone dan 27 maar di sekitar gunung utama. Cinder cone dan Maar terbentuk ketika terjadinya kontak antara magma dan air sehingga menimbulkan erupsi freatomagmatik yang disertai dengan muntahan piroklastik dan aliran timbunan material. Penelitian ini berfokus pada pemetaan kawasan Gunungapi Lamongan bagian barat berdasarkan data anomali magnetik untuk mengetahui ada tidaknya aktivitas vulkanik di bawah permukaan Kawasan Gunungapi Lamongan. Berdasarkan analisis hasil penelitian, maka disimpulkan bahwa data anomali magnetik mengonfirmasi adanya suhu tinggi batuan bawah permukaan pada daerah selatan, barat, dan utara dari Gunungapi Lamongan di sekitar maar dan cinder cone yang diindikasikan dengan anomali magnetik negatif.

 

Kata kunci: Gunungapi Lamongan, maar, cinder cone, anomali magnetik.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2020-05-01

Cara Mengutip

[1]
N. Agustin, “INTERPRETASI ANOMALI MEDAN MAGNET BUMI DI KAWASAN GUNUNGAPI LAMONGAN”, Journal Technology of Civil, Electrical, Mechanical, Geology, Mining, and Urban Design, vol. 5, no. 1, hlm. 81–87, Mei 2020.

Terbitan

Bagian

Articles