POTENSI NIKEL LATERIT PADA PROSPEK PUU NUNU, KECAMATAN KABAENA SELATAN, KABUPATEN BOMBANA, PROVINSI SULAWESI TENGGARA

Penulis

  • Dava Saliham Qoyyibi ITNY
  • Oky Sugarbo Institut Teknologi Nasional Yogyakarta
  • Hill Gendoet Hartono Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.33579/krvtk.v11i1.5807

Kata Kunci:

nikel, geologi, sumber daya

Abstrak

Keterdapatan nikel di Indonesia umumnya sebagai endapan nikel laterit silika hasil pelapukan
residual batuan dasar Komplek Ofiolit atau Ultramafik, Pulau Sulawesi dan pulau - pulau kecil di sekitarnya
mempunyai potensi nikel yang cukup besar, hal tersebut diakibatkan oleh kondisi geologi yang kompleks,
sehingga perlu dilakukan kajian geologi untuk mengetahui potensi nikel (Ni) dengan melakukan pemetaan
permukaan. Daerah penelitian berada pada Sulawesi Tenggara dan masuk izin usaha pertambangan (IUP) PT.
Tambang Bumi Sulawesi. Penelitian ini bermaksud untuk melakukan pemetaan geologi permukaan,
sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi geologi meliputi data geomorfologi,
stratigrafi, struktur geologi dan estimasi cadangan dari daerah yang memiliki potensi nikel laterit. Hasil
penelitian diketahui satuan geomorfologi bergelombang kuat-perbukitan denudasional dan bergelombang
lemah-kuat denudasional. Stratigrafi daerah penelitian dari tua ke muda meliputi lherzolit dan hornblende
piroksenit Kompleks Ultramafik, kemudian berada tidak selaras di atasnya sekis mika dan marmer Kompleks
Pompangeo. Struktur geologi berupa sesar mendatar mengiri dengan arah umum baratlaut-tenggara. Estimasi
cadangan dengan menggunakan metode ordinary kriging daerah potensi laterit didapatkan total jumlah
volume sumber daya terukur sebesar 518.855 m3 dengan jumlah tonase sebesar 778.283 ton.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

V. I. Smirnov, Geology Of Mineral Deposits. Chapter 11, Deposits of Weathering, Moscow, 1976. p. 364.

W. Ahmad, Nikel Laterit, VALE Inco ⎯ VITSL. Jakarta, 2008.

R. Hall dan M. E. J. Wilson, “Neogene Sutures in Eastern Indonesia,” Journal of Asian Earth Sciences, vol. 18, no. 6, pp. 781- 808, 2000. DOI: https://doi.org/10.1016/S1367-9120(00)00040-7

C. S. Hutchison, Geological Evolution of Southeast Asia. Oxford Monograph on Geology and Geophysics no. 13, 1989, p. 368.

E. A. Silver, R. McCaffrey, dan R. B. Smith, “Collision, Rotation and the Initiation of Subduction in the Evolution of Sulawesi, Indonesia,” Journal of Geophysics Research, vol. 88, no. B11, pp.9407-9418. DOI: https://doi.org/10.1029/JB088iB11p09407.

Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI). 2023. Sandi Stratigrafi Indonesia: Edisi 2023, Komisi Sandi Stratigrafi Indonesia, Jakarta, IAGI.

R. Simandjuntak, T. O. Surono, dan Sukido, Peta Geologi Lembar Kolaka, Sulawesi Skala 1 : 250.000, Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi, Bandung, 1993.

A. Kadarusman, S. Miyashita, S.i Maruyama, C. D. Parkinson, and A. Ishikawa, “Petrology, Geochemistry and Paleogeographic Reconstruction of the East Sulawesi Ophiolite, Indonesia,” Tectonophysics, vol. 392, no. 1-4, pp. 55 – 83, 8 November 2004. DOI: https://doi.org/10.1016/j.tecto.2004.04.008

C. Parkinson, “Emplacement of the East Sulawesi Ophiolite: Evidence from Subophiolite Metamorphic Rocks,” Journal of Asian Earth Sciences, vol. 16, no. 1, pp. 13-28, 16 April 1998. DOI: https://doi.org/10.1016/S0743-9547(97)00039-1

Surono, Geologi Lengan Tenggara Sulawesi, 2nd ed. Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral: Bandung, 2013.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2026-04-30

Cara Mengutip

[1]
D. S. Qoyyibi, O. Sugarbo, dan H. G. Hartono, “POTENSI NIKEL LATERIT PADA PROSPEK PUU NUNU, KECAMATAN KABAENA SELATAN, KABUPATEN BOMBANA, PROVINSI SULAWESI TENGGARA”, Journal Technology of Civil, Electrical, Mechanical, Geology, Mining, and Urban Design, vol. 11, no. 1, hlm. 1–8, Apr 2026.